Berita

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga/RMOL

Politik

Jauh Lebih Terhormat jika Jokowi Pilih Netral di Pilpres 2024

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 04:46 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto adalah dua tokoh yang mendapatkan tanda dukungan dari Joko Widodo untuk maju di pemilihan presidne (pilpres) tahun 2024 mendatang.

Dua tokoh itu disarankan segera berpikir ulang agar saat maju Pilpres tidak menjadi representatif Jokowi.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga mengatakan bahwa kehawatiran masyarakat ekonomi tidak segera membaik tampaknya menjadi penyebab ketidakpercayaan rakyat memilih capres pilihan Jokowi. Kata Jamiluddin, hal itu tentunya sangat berbahaya bagi capres yang dielus-elus Jokowi.


"Jadi, capres yang dìrumorkan mendapat dukungan Jokowi tentunya tidak lagi bangga. Mereka justru khawatir akan.mendapat penolakan dari rakyat," jelas Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/11).

Atas dasar itu, Jamiluddin menyarankan agar para capres nantinya tidak lagi berharap mendapat dukungan dari Jokowi. Lebih baik dekati rakyat dengan program yang jauh lebih baik dari yang ada saat ini.

Dalam pandangan Jamiluddin, cara demikian tampaknya akan lebih mengena daripada bergantung kepada Jokowi. Capres seperti itu lebih berpeluang mendapat respon positif dari rakyat.

Kepada Jokowi, mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini mengatakan bahwa hasil survei Litbang Kompas itu kiranya menjadi evaluasi dalam menyikapi capres. Dukungan kepada capres tertentu tampaknya sudah tak perlu dilakukan.

"Obral dukungan kepada capres tertentu selain tidak efektif, juga akan semakin menurunkan kredibilitasnya sebagai kepala negara. Jokowi akan lebih baik dan terhormat bila netral dalam pilpres 2024," jelas Jamiluddin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya