Berita

Tragedi Kanjuruhan yang berawal dari kerusuhan suporter Arema dengan aparat kepolisian/Net

Politik

Temuan Indikator, Polri dan Penyelenggara Liga 1 Pihak Paling Bertanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan

SENIN, 14 NOVEMBER 2022 | 01:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap bahwa pihak yang paling bertanggung jawab terkait dengan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang adalah Polri dan dan penyelenggara Liga 1 Indonesia.

Demikian temuan data Survei Indikator Indonesia yang dilakukan pada 30 Oktober sampai 5 November 2022.

Dalam paparan Lembaga Survei Indikator, temuannya, 39,1 persen responden menyatakan aparat kepolisian harus bertanggung jawab dengan persentase sebesar 39,1 persen. Kemudian disusul penyelenggara liga dengan persentase 27,2 persen.


"Dari yang tahu tragedi tersebut, apparat kepolisian 39,1 persen paling banyak dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, baru kemudian
penyelenggara Liga 27,2 persen," demikian temuan survei yang dipresentasikan ke awak media Minggu Siang (13/11).

Diungkapkan dalam paparan, masyarakat yang menganggap PSSI bertanggung jawab sebesar 13 persen. Setelah itu suporter 10,2 persen, dan TNI 1,7 persen.

Survei tersebut melibatkan sampel sebanyak 1.220 orang dengan menggunakan metode multistage random sampling. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Proses wawancara terhadap responden dilakukan dengan wawancara tatap muka.

Lebih lanjut, dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya