Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Panja Vaksin Komisi IX Minta BPK Audit Program Vaksin Covid-19

KAMIS, 02 JUNI 2022 | 22:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Panitia Kerja (Panja) pengawasan vaksin Covid-19 menemukan tidak konsistennya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pengadaan vaksin yang disajikan dengan rapat-rapat sebelumnya.

Demikian dikatakan Ketua Panja Pengawasan vaksin Covid-19, Emanuel Melkiades Laka Lena kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/6).

"Seperti diutarakan pak Saleh Daulay tadi bahwa ada permintaan untuk kita mengecek data-data yang memang kalau cermati dari rapat pertama, ini antara sesama Kementerian dan Lembaga bisa berbeda, bahkan antara Kementerian yang sama atau Ditjen yang sama," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI ini di sela memimpin rapat Panja Vaksin di Gedung DPR.


Melki pun mengatakan, Panja Vaksin akan meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memiliki otoritas sesuai UUD untuk melakukan audit lebih lanjut, perihal data-data yang tidak konsisten ini.

"Tadi juga ada usulan kami akan meminta laporan BPK yang ada maupun catatan rapat dari teman-teman Panja itu akan menjadi bagian dari Surat Panja kepada BPK RI melalui pimpinan DPR," tegas Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini.

Melki menambahkan bahwa akan meminta semua data yang diperoleh BPK RI melalui pimpinan DPR.

"Data yang sudah ada ini akan kita bisa dapatkan lebih detail dan kita akan meminta terkait data yang perlu kita luruskan, dan BPK sangat otoritatif terkait hal ini," ucapnya.
Saat memimpin rapat, Melki juga meminta pemerintah terkait data yang tidak konsisten ini untuk diperbaiki.

"Apakah dalam perencanaan atau salah ketik dapat diperbaiki jangan sampai salah seperti ini, kalau dilihat lebih lanjut tidak ada kesamaan antara data kemarin dan hari ini," tegasnya.

Tidak adanya sinkronisasi data Vaksin yang rill, menjadi kritikan tajam Anggota Panja, menurut Dirjen Farmalkes bahwa mulai bulan Mei 2022 tidak lagi menerima donasi vaksin. Sedangkan Menurut Menkes masih akan datang lagi donasi vaksin sebesar 50 juta sampai dengan Desember 2022.

Vaksin Zifivax dan Vaksin Merah Putih sudah masuk dalam Keputusan Menteri Kesehatan dan Surat Edaran Dirjen P2P Kemenkes tentang Jenis Vaksin dalam vaksinasi Program. Namun belum ada kepastian kapan dan berapa yang akan dibeli oleh pemerintah, Tidak ada perencanaan yang Baik oleh kemenkes.

Menurut dirjen Farmalkes dan Pejabat Dirjen P2P bahwa dibutuhkan sekitar 43 juta vaksin untuk memenuhi target suntikan 70persen target suntikan 1,2 dan 50persen dari target Booster. Sementara saat ini vaksin yang tersedia masih ada sekitar 47 juta dosis. Harusnya diperinci dari 47 juta stok vaksin berapa yang halal dan tidak halal. Karena sesuai putusan MA, pemerintah wajib memenuhi vaksin halal bagi umat Islam.

Tim Panja DPR mempertanyakan bagaimana nasib industri vaksin setelah pandemi berubah menjadi endemi? Disisi lain pemerintah masih ada rencana meneruskan kontrak impor carry over 2021 dengan menggunakan tahun Anggaran 2022.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya