Berita

Sistem pertahanan udara S-400/Net

Dunia

Erdogan Yakin, Pembelian S-400 Rusia Tak Akan Merugikan NATO

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 15:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia dipastikan tidak akan merugikan aliansi NATO.

Dalam sebuah pertemuan di Trabzon pada Selasa (1/2), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan bahwa akuisisi S-400 merupakan urusan internal Ankara.

"Kesepakatan akuisisi sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh Ankara merupakan langkah penting dalam hal mengembangkan kerja sama antara Turki dan Rusia," kata Erdogan, seperti dikutip Sputnik.


"Pengiriman adalah urusan internal Turki. Ini adalah keputusan kami. Kami membuat keputusan ini, kami setuju dengan Rusia. Dari sudut pandang NATO, langkah ini tidak membawa makna negatif," tambahnya.

Pada 2017, Rusia dan Turki menandatangani kontrak untuk memasok empat batalyon sistem pertahanan udara S-400 senilai 2,5 miliar dolar AS. Pengiriman ke pihak Turki dilakukan sejak musim panas dan musim gugur 2019.

Kontrak termasuk opsi untuk set resimen lainnya. Pada akhir Agustus 2021, Erdogan mengatakan bahwa dia tidak ragu untuk membeli resimen S-400 kedua dari Rusia.

Keputusan Turki tersebut memicu keretakan hubungan dengan Amerika Serikat (AS) yang khawatir dengan sistem pertahanan tersebut.

Akibatnya, AS membatalkan penjualan jet F-35 ke Turki pada 2019 atas klaim bahwa mereka dapat membocorkan rahasia militer ke Rusia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya