Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jika Perang Rusia Vs Ukraina Pecah, Eropa Terancam Lumpuh Tak Punya Pasokan Gas

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 11:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina bukan hanya mengancam negara-negara di kawasan, namun lebih jauh mengancam Eropa.

Jika perang di antara keduanya pecah, Rusia bisa mematikan pasokan gas ke Eropa yang mendukung Ukraina.

Untuk mengantisipasi ini, Amerika Serikat (AS) berusaha melobi Qatar, salah satu produsen gas terbesar di dunia, untuk memasok gas ke negara-negara Eropa.


Kendati demikian, Menteri Energi Qatar Saad Al Kaabi mengatakan, negaranya tidak dapat menyelamatkan Eropa sendirian, dan membutuhkan lebih banyak bantuan dari dunia internasional.

Hal itu ia sampaikan kepada Komisaris Energi Uni Eropa Kadri Simson pada Selasa (1/2). Namun Al Kaabi berharap ketegangan Rusia dan Ukraina dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi.

"Qatar siap membantu Eropa pada saat yang dibutuhkan," kata Al Kaabi, seperti dikutip Arab News.

"Tetapi volume gas yang dibutuhkan oleh Uni Eropa tidak dapat digantikan oleh siapa pun secara sepihak, tanpa mengganggu pasokan ke wilayah lain di seluruh dunia. Keamanan energi Eropa membutuhkan upaya kolektif dari banyak pihak," tambahnya.

Qatar mengatakan sudah bekerja pada produksi penuh dan para ahli mengatakan Eropa hanya bisa mendapatkan pasokan darurat jika pelanggan utama di Asia Timur, termasuk Jepang dan Korea Selatan, setuju untuk mengalihkan beberapa kiriman mereka.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya