Berita

Pemimpin RRD Korea Kim Jong Un bersama Presiden Korea Selatan Moon Jaein dan mantan Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Kim Jong Un, Sepuluh Tahun Membuka Era Baru

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 12:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah terpilih sebagai kepala negara sepuluh tahun yang lalu, Kim Jong Un telah memberikan kontribusi yang luar biasa agar Republik Rakyat Demokratik Korea dapat berperan membela keadilan internasional dan mencapai perdamaian global.

Diplomasi Strategis Terhadap Kekuatan Besar

Kim Jong Un telah melakukan analisis dan penilaian yang baik dalam menyeimbangkan kekuatan dan perkembangan di arena politik dunia melalui berbagai kegiatan eksternal dengan kekuatan besar di kawasan. Hal ini tentu bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan kontribusi demi memastikan keamanan dan menjaga perdamaian di Semenanjung Korea.


Pertama, ia sangat mementingkan hubungan tradisional khusus antara negaranya dan China. Keduanya memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama melalui diplomasi antara kepala negara.

Kim Jong Un beberapa kali telah bertemu dengan Presiden Xi Jinping dari China, di Pyongyang, Beijing, dan Dalian. Keduanya melakukan diskusi mendalam mengenai masalah-masalah yang terkait dengan penguatan pemahaman strategis, serta menjaga perilaku di kancah internasional.

Kim juga melakukan kegiatan eksternal yang energik dengan Rusia, mengonsolidasikan hubungan tradisional antara negaranya dengan Rusia. Ia bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Vladivostok. Keduanya membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama di arena politik internasional dan kerjasama antara kedua negara untuk pembangunan di kawasan.

Hubungan antara RRD Korea dengan China dan Rusia akhirnya menjadi lebih dekat, keseimbangan strategis antara kekuatan di sekitar semenanjung Korea tercapai, dan situasi internasional yang menguntungkan untuk mempertahankan stabilitas dan perdamaian dunia tercipta.

Hubungan antara Kim Jong Un dan dua kepala negara tersebut menarik perhatian khusus masyarakat internasional. Media menyebut langkah tersebut merupakan diplomasi pragmatis dan substansial.

Diplomasi yang Mengguncang Dunia Terhadap Amerika Serikat

Kim Jong Un menampilkan citranya di depan dunia sebagai pemimpin negara yang inovatif dan fleksibel dengan diplomasi positif terhadap Amerika Serikat.

Seperti yang diketahui semua orang, hubungan antara RRD Korea dan AS adalah yang paling bermusuhan di planet ini selama 70 tahun terakhir.

Menilai RRD Korea sebagai duri dalam dagingnya, AS telah menggunakan segala cara dan metode yang mungkin untuk mencekik Korea Utara, yang selalu mengikuti jalan kemerdekaan dan sosialisme.

Tanggapan RRD Korea terhadap AS sungguh di luar imajinasi. Ketika AS menggunakan ancaman nuklir, ia telah memiliki kemampuan untuk melakukan pembalasan yang memusnahkan terhadap daratan AS.

Hubungan bilateral, yang semakin memburuk, merupakan sumber ancaman paling parah tidak hanya terhadap situasi di Semenanjung Korea tetapi juga perdamaian dan keamanan global, yang menimbulkan kekhawatiran yang berkembang di kalangan masyarakat internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong Un mengatur pertemuan puncak dengan AS beberapa kali dengan proposal yang berani dan proaktif, mengejutkan dunia.

Media melaporkan bahwa pertemuan puncak RRD Korea-AS pertama di Singapura pada 12 Juni 2018 tercatat dalam sejarah sebagai “jabat tangan abad ini”, sebuah “jabat tangan yang singkat tapi hebat”, yang meruntuhkan penghalang perang dingin yang berlangsung lama, sekitar 70 tahun. Bahkan maknanya telah melampaui “jabat tangan Beijing” antara Mao Zedong dan Nixon pada tahun 1972 dan “jabat tangan Reykjavik” antara Gorbachev dan Reagan pada tahun 1986.

Dunia mengomentari pertemuan puncak RRD Korea-AS yang pertama sebagai sebuah “peristiwa super-realistis dan bersejarah”, “kejang alam”, “peristiwa yang mengguncang dunia”, serta “pertemuan yang harus dibahas dalam buku-buku sejarah".

Tiga putaran KTT RRD Korea-AS berikutnya menunjukkan kepada dunia bahwa konflik dan perselisihan antara dua negara paling bermusuhan di dunia itu dapat diselesaikan sepenuhnya dengan cara diplomatik, yaitu cara damai, bukan dengan cara militer.

Persatuan dan Kerjasama dengan Negara Lain

Merupakan sikap konsisten RRD Korea untuk mengembangkan perdamaian dan persahabatan, hubungan kerj sama dengan semua negara yang bersahabat dengannya, serta berjuang untuk kemerdekaan global berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.

Dalam laporannya kepada Kongres Kedelapan Partai Pekerja Korea (WPK) tentang kinerja Komite Sentral Partai, Kim Jong Un mengklarifikasi kebijakan eksternal WPK untuk mengonsolidasikan persahabatan dan persatuan dengan semua negara yang menghormati kedaulatan negaranya dan untuk mencapai keadilan internasional yang sejati.

Dia bekerja keras untuk memperkuat persatuan dan solidaritas dengan negara-negara sosialis yang berbagi cita-cita.

Buktinya, Kim Jong Un menerima kunjungan pemimpin Kuba dengan perasaan persahabatan yang hangat dan melakukan kunjungan niat baik resmi ke Republik Sosialis Vietnam.

Dengan demikian, ia menciptakan suasana yang baik untuk negara-negara sosialis, untuk memperkuat solidaritas, mendukung, dan bekerja sama satu sama lain.

Selain itu, ia memastikan bahwa negaranya mengembangkan hubungan persahabatan dan kerjasama dengan semua negara yang bersahabat dengannya.

Berkat aktivitas eksternal Kim Jong Un yang energik, prestise RRD Korea telah meningkat pesat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya