Berita

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta pada Rabu, 24 November 2021/Ist

Dunia

Prancis: AUKUS Berbahaya, Alih Teknologi Nuklir Militer Tak Boleh Keluar dari Anggota P5

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 09:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Prancis, sekali lagi, menyoroti pakta pertahanan AUKUS antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Paris menyebut pakta tersebut berbahaya karena berisi alih teknologi nuklir militer canggih ke negara yang bukan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Keprihatinan atas AUKUS itu juga diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian ketika mengunjungi Indonesia pada Rabu (24/11).

Setelah menyampaikan pidato di Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Le Drian mengatakan AUKUS menyalahi tradisi untuk tidak mentransfer teknologi nuklir militer canggih ke negara-negara yang bukan anggota tetap DK PBB atau dikenal dengan P5.


"Ini menunjukkan tren keprihatinan," kata Le Drian, seperti dikutip Sputnik.

Meski berdasarkan dokumen strategi Indo-Pasifik Uni Eropa berisi seruan untuk meningkatkan kapasitas mitra untuk memastikan keamanan maritim, dokumen tersebut juga menganjurkan dialog yang intensif di antara negara-negara tentang non-proliferasi dan pelucutan senjata.

"Pengumuman AUKUS datang tiba-tiba. Kami merasa ditipu. Kami mendengar pengumuman itu melalui konferensi pers," ungkap Le Drian.

“Itulah mengapa kami memanggil dutabesar kami dari Amerika Serikat (setelah pengumuman AUKUS). Baru setelah AS membuat beberapa komitmen kuat tentang pertahanan Eropa dan kemitraan kami di Indo-Pasifik, kami mengirim utusan kami kembali,” lanjutnya.

Le Drian melakukan kunjungan dua hari ke Jakarta untuk mempererat hubungan antara Prancis dan Indonesia, khususnya setelah dikecewakan oleh Australia yang membatalkan kesepakatan kapal selam bernilai miliaran dolar.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya