Berita

Seekor monyet dalam kondisi yang memburuk, satu dari 88 monyet yang diperdagangkan yang ditemukan hidup-hidup di dalam truk pickup menuju perbatasan Kamboja dan ditangkap di Prachin Buri/Net

Dunia

Aparat Berwenang Thailand Berhasil Selamatkan Puluhan Kera Yang Akan Dijadikan Santapan

SABTU, 29 MEI 2021 | 10:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyidik ​​Divisi Penindasan Kejahatan (CSD) dan petugas dari stasiun Si Maha Phot di Prachin Buri Thailand tidak menyangka bahwa operasi mereka pada hari Kamis (27/5) akan berakhir dengan dramatis.

Misi mereka pada hari itu adalah menyita kendaraan curian setelah penyelidik memastikan bahwa sasarannya berada di provinsi tersebut. Namun, sebuah kejahatan yang lebih besar terungkap secara tak sengaja dalam operasi itu.

"Kami hanya berencana menyita kendaraan tapi ternyata kami menyelamatkan banyak kera," kata Maj Gunjira Norrasan, seorang petugas CSD yang mengkhususkan diri dalam memulihkan kendaraan curian, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (28/5).


Polisi menemukan pickup yang ditargetkan melaju di sepanjang jalan dekat stasiun di distrik Si Maha Phot. Mereka kemudian mengejar dan memaksa pengemudi untuk menepi.

Setelah mereka menangkap pengemudi yang diidentifikasi sebagai Panupong Jusing (25), pencarian di bak truk yang tertutup menunjukkan pemandangan yang mengejutkan: 88 kera hidup dalam kondisi memburuk di kandang plastik, dan 14 lainnya mati.

"Di bawah interogasi, Panupong mengatakan dia telah dibayar 3.000 baht untuk mengangkut hewan dari Phichit ke klien di Sa Kaeo," kata kepala CSD Mayjen Suwat Saengnoom.

Hewan-hewan tersebut dibawa dari provinsi perbatasan Thailand untuk kemudian dikirim ke Kamboja.

Sopir tersebut mengaku telah melakukan dua pengiriman yang sukses, sebelum gagal pada upaya ketiga, menurut laporan oleh CSD dan polisi Si Maha Phot.

"Kera itu akan dijual sebagai makanan eksotis di negara lain," tambah Mayjen Suwat.

Kera adalah hewan yang dilindungi di bawah Undang-Undang Konservasi dan Perlindungan Satwa Liar di Thailand.

Penyelidik sekarang mencoba melacak lebih banyak pedagang di Thailand di belakang jaringan.

Divisi Penindasan Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan pada hari Jumat meminta kerja sama dengan CSD dan polisi Si Maha Phot untuk mentransfer kasus itu ke badan tersebut.

Kepala Divisi Penindasan Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Mayjen Pitak Uthaitham mengatakan petugas akan menanyai pengemudi lebih lanjut, dengan harapan mendapatkan lebih banyak informasi yang dapat mengarah pada penangkapan lebih lanjut.

Mayjen Suwat mengatakan surat perintah penangkapan akan segera dikeluarkan untuk lebih banyak tersangka.

Kera-kera yang berhasil selamat saat ini dirawat di kantor polisi Si Maha Phot.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya