Berita

Putri Chulabhorn/Net

Dunia

Adik Raja Thailand Putri Chulabhorn Setujui Impor Vaksin Alternatif Untuk Bantu Pemerintah Atasi Lonjakan Covid-19

JUMAT, 28 MEI 2021 | 22:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saudara perempuan Raja Thailand, Putri Chulabhorn, telah menyetujui impor vaksin virus corona oleh lembaga yang dia sponsori. Keputusan itu ia ambil tanpa melewati prosedur pemerintah yang tengah berurusan dengan lonjakan infeksi dan meningkatnya kemarahan publik atas peluncuran vaksin yang lambat.

Pengumuman itu disampaikan oleh sekretaris jenderal Chulabhorn Royal Academy, Nithi Mahanonda, di Facebook pada Selasa (24/5) malam waktu setempat. Dia mengatakan bahwa ‘vaksin alternatif’ akan melengkapi kampanye pemerintah sampai dapat memenuhi kebutuhan negara.

“Royal Academy akan mendapatkan 'vaksin alternatif' sampai vaksin yang diproduksi di negara itu mencapai kapasitas yang cukup dapat melindungi dari wabah,” kata sekretaris jenderal, seraya menambahkan bahwa mereka akan mematuhi peraturan tentang impor dan pendaftaran, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (28/5).


Keputusan itu ditandatangani langsung oleh Putri Chulabhorn yang juga adik bungsu dari Raja Maha Vajiralongkorn.

Pengumuman di Royal Gazette mengejutkan beberapa pihak di pemerintahan, dan datang ketika negara itu menderita wabah Covid-19 yang paling parah sejauh ini.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengatakan dia tidak mengetahui perintah kerajaan sebelum diterbitkan.

“Saya baru melihat pengumumannya tadi malam,” kata Anutin ketika ditanya tentang hal itu dalam wawancara televisi lokal.

“Tapi jika itu menguntungkan negara, kami siap,” lanjutnya.

Wakil Perdana Menteri Wissanu Krea-ngam mengatakan pada hari Kamis bahwa akademi tersebut harus mengeluarkan pengumuman tersebut sehingga dapat memenuhi syarat untuk mengimpor obat-obatan dan peralatan serta pasokan medis.

“Tapi ini tidak berarti dapat melakukannya dengan bebas - ia harus sepenuhnya mematuhi undang-undang terkait, seperti meminta persetujuan dari Food and Drug Administration,” katanya.

Dia setuju dengan Dr Nithi bahwa institut tersebut hanya dapat melakukannya selama krisis Covid-19 dan ketika pasokan vaksin tidak mencukupi.

Dia menambahkan, pihaknya, seperti rumah sakit swasta, bisa berurusan dengan perusahaan asing untuk mengimpor vaksin menggunakan anggarannya sendiri.

Akademi Kerajaan Chulabhorn, yang mencakup rumah sakit dan lembaga penelitian, akan mengadakan konferensi pers pada hari Jumat (28/5) tentang apa yang dikatakannya sebagai impor vaksin Sinopharm.

Thailand diperkirakan akan menyetujui vaksin China itu untuk penggunaan darurat minggu ini. Belum jelas berapa banyak vaksin yang akan diimpor akademi dan kapan, serta apakah itu akan tersedia gratis.

Saat ini, pemerintah melakukan vaksinasi dengan dua vaksin yang telah disetujui yaitu Sinovac dan AstraZeneca. Mereka juga berencana untuk mengimpor vaksin yang dibuat oleh Pfizer, Johnson & Johnson dan Gamaleya (Sputnik V)

Pihak berwenang Thailand pada hari Kamis melaporkan 47 kematian virus corona baru, rekor untuk hari kedua berturut-turut, menjadikan total kematian menjadi 920, dengan 141.217 kasus secara keseluruhan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya