Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Inggris Diserang Virus Corona 'Varian Thailand' C.36.3

JUMAT, 28 MEI 2021 | 15:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Belum usai diserang varian virus corona B.1.1.7, otoritas kesehatan di Inggris kembali melaporkan kasus varian Covid-19 baru yang pertama kali terdeteksi di Thailand, C.36.3.

Varian tersebut terdeteksi di antara orang-orang yang datang dari Mesir di negara itu.
Dalam pembaruan laporannya pada Kamis (27/5), Public Health England (PHE) mengatakan bahwa ada 109 kasus virus corona varian C.36.3 yang ditemukan di Inggris.

PHE tidak memberinya nama tetapi dengan cepat dijuluki sebagai 'varian Thailand' oleh media massa Inggris, sebuah deskripsi yang segera ditolak oleh pihak berwenang Thailand sebagai sesuatu yang salah.

PHE tidak memberinya nama tetapi dengan cepat dijuluki sebagai 'varian Thailand' oleh media massa Inggris, sebuah deskripsi yang segera ditolak oleh pihak berwenang Thailand sebagai sesuatu yang salah.

"Varian C.36.3 pertama kali terdeteksi di Thailand, pada kasus yang telah melakukan perjalanan dari Mesir," kata laporan PHE, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (28/5).

"Saat ini tidak ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau membuat vaksin yang saat ini digunakan menjadi kurang efektif," katanya.

Detailnya masih samar karena PHE masih menyelidiki dan melakukan tes laboratorium pada varian baru tersebut, salah satu dari banyak yang dilaporkan oleh agensi.

Surat kabar Express mengutip juru bicara PHE yang mengatakan: "Semua intervensi kesehatan masyarakat yang sesuai akan dilakukan, termasuk pelacakan kontak tambahan dan pengujian yang ditargetkan.

"Di mana kasus telah diidentifikasi, tindak lanjut tambahan kasus, pengujian kontak dan jika diperlukan penemuan kasus yang ditargetkan akan membatasi penyebarannya," katanya.

Sementara direktur jenderal Departemen Ilmu Kedokteran Thailand, Supakit Sirilak, mengatakan badan tersebut sedang mempelajari laporan tersebut dan menentang penggunaan deskripsi 'varian Thailand'.

Pemeriksaan awal telah menemukan bahwa jenis baru itu dibawa ke Thailand oleh para pelancong dari Mesir yang dikarantina setelah tiba.

“Prinsipnya asalnya di Mesir. Jadi tidak bisa disebut varian Thailand. Seharusnya disebut varian Mesir,” kata dr Supakit.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya