Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Facebook Dan Twitter Wajib Memiliki Database Di Rusia Mulai 1 Juli Atau Didenda

KAMIS, 27 MEI 2021 | 10:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Regulator komunikasi Roskomnadzor atau Layanan Federal untuk Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Media Massa, pada Rabu (26/5) mengeluarkan pernyataan bahwa jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter harus memiliki basis data pengguna Rusia yang disimpan di Rusia mulai 1 Juli atau mereka akan menghadapi denda.

Moskow sendiri telah mengeluarkan hukuman berupa denda pada Selasa (25/5) kepada Google dan Facebook karena gagal menghapus konten yang dianggap ilegal. Twitter bahkan telah mendapat hukuman sejak Maret.

Wakil kepala Roskomnadzor, Milos Wagner, mengatakan, regulator telah memberi tahu raksasa IT itu bahwa mereka perlu mematuhi persyaratan itu.


"Pada 1 Juli, Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lainnya harus memastikan data pengguna Rusia disimpan di Rusia," ujar Wagner pada presentasi di pertemuan tersebut, seperti dikutip dari Interfax, Rabu (26/5).

Ia menekankan, perusahaan IT itu harus memberikan laporannya pada 1 Juli apakah mereka telah memenuhi persyaratan itu.

Undang-undang tentang data pribadi mewajibkan perusahaan domestik dan asing untuk menyimpan data pribadi warga negara Rusia hanya di wilayah Federasi Rusia. Persyaratan ini berlaku untuk perusahaan asing yang tidak memiliki keberadaan fisik di Rusia tetapi melakukan aktivitas di wilayah negara tersebut.

Jika perusahaan tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut maka mereka akan dikenakan sanksi denda mulai dari 1 juta hingga 6 juta rubel (atau sekitar 82.000 dolar AS)

dan pelanggaran berulang akan dihukum dengan denda mulai dari 6 juta hingga 18 juta rubel (atau sekitar 250.000 dolar AS).

Dalam pernyataannya Roskomnadzor juga menuturkan kepada Interfax bahwa Apple, Samsung, dan PayPal, termasuk di antara lebih dari 600 perusahaan asing yang memiliki data lokal di Rusia.

Sedangkan LinkedIn Microsoft diblokir di Rusia setelah pengadilan menemukan mereka melanggar aturan penyimpanan data yang disahkan pada 2015, yang mengharuskan semua data tentang warga Rusia disimpan di dalam negara itu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya