Berita

Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Analis: Perang Gaza, Motivasi Politik Seorang Netanyahu Untuk Raih Dukungan

SELASA, 25 MEI 2021 | 06:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang di Gaza yang baru saja berakhir dengan kesepakatan damai adalah motivasi politik seorang Benjamin Netanyahu. Analis politik AS, Stephan Lendman, mengatakan hal itu dalam wawancaranya bersama Mehr, Senin (24/5).

"Netanyahu berharap perang di Gaza akan memberinya cukup dukungan di Israel untuk dapat sekali lagi membentuk pemerintahan koalisi," ujar Lendman.

Israel dan Hamas saling serang selama 11 hari yang dimulai pada 10 Mei. Menewaskan 248 martir, termasuk 66 anak-anak, dengan lebih dari 1.900 orang terluka.


Perlawanan Palestina telah menembakkan sekitar 4.600 rudal ke kota-kota dan permukiman Zionis sejak dimulainya agresi pada 10 Mei, menimbulkan kerugian besar bagi Israel, menurut Lendman.

Dibanding dengan perang sebelumnya, Lendman memandang perang kali ini, dibandingkan dengan tiga perang Israel sebelumnya di Gaza sejak Desember 2008 adalah perlawanan Palestina yang lebih besar.

"Itu dikombinasikan dengan demonstrasi pro-Palestina yang mengesankan di kota-kota di seluruh AS dan di banyak negara lain, termasuk di Chicago tempat saya tinggal di dekat Menara Airnya yang terkenal dan di sisi selatan kota," kata Lendman.

Faktor lain kali ini adalah tekanan masyarakat dunia yang lebih besar terhadap Israel untuk menghentikan konflik tersebut. Sementara, Operation Protective Edge pada musim panas 2014 berlangsung lebih lama yaitu selama 51 hari.

"Tanpa tekanan, termasuk melalui pidato Umum PBB, agresi Israel kemungkinan besar akan berlanjut lebih lama. Namun, itu sangat intens selama itu berlangsung. Perlu waktu bertahun-tahun untuk membangunnya kembali. Donasi komunitas dunia diperlukan untuk mencapainya," sambung Lendman.

Untuk keluarga Gaza yang terkena dampak yang kehilangan orang yang dicintai atau yang anggotanya menderita cedera yang melumpuhkan, segalanya tidak akan pernah sama, kata Lendman.

"Yang paling mengganggu adalah kurangnya pertanggungjawaban atas kejahatan Israel, tidak kali ini atau sebelumnya," tekannya.

Perlawanan Palestina di jalur Gaza baru-baru ini berhasil menciptakan persatuan dan kohesi di seluruh Palestina, dari Quds hingga Tepi Barat dan Jalur Gaza.

"Orang-orang Palestina di Tepi Barat, Quds Timur, serta di Gaza, tidak diragukan lagi bersatu melawan agresi Israel. Tidak ada keraguan bahwa rezim Netanyahu terus menutup mata atas kejahatannya yang tinggi secara internasional. meskipun mungkin tidak di dalam negeri,"  tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya