Berita

Para pengunjuk rasa memegang poster yang menampilkan pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi selama demonstrasi menentang kudeta militer di kota barat laut Kale pada 20 Mei 2021/Net.

Dunia

Uni Eropa Kecam Proposal Pembubaran Partai NLD Pimpinan Aung San Suu Kyi Oleh Junta Militer

SENIN, 24 MEI 2021 | 06:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana pembubaran Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi oleh komisi pemilihan yang ditunjuk junta Myanmar, mendapat kecaman dari Uni Eropa (UE) pada Minggu (23/5) waktu setempat.

Menurut UE, proposal tersebut jelas menunjukkan bahwa junta memang tidak peduli kepada rakyat Myanmar.

"Jika Komisi akan melanjutkan proposal ini, itu akan menunjukkan lagi-lagi ketidakpedulian junta secara terang-terangan terhadap keinginan rakyat Myanmar dan untuk proses hukum yang seharusnya," kata juru bicara Komisi Eksekutif Uni Eropa dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (23/5).


Pada hari Jumat (21/5), media mengutip ketua Komisi Pemilihan Umum (UEC) yang ditunjuk junta, Thein Soe, yang mengatakan panel harus membubarkan NLD karena dituduh telah melakukan kecurangan suara dalam pemilihan yang dimenangkannya November lalu.

Tentara Myanmar merebut kekuasaan sipil pada 1 Februari, menggulingkan dan menahan pemimpin terpilih Suu Kyi, yang sebelumnya memimpin perjuangan melawan kediktatoran dalam dua dekade terakhir pemerintahan militer Myanmar 1962-2011.

Militer kemudian membenarkan kudeta tersebut dengan menuduh NLD memperoleh kemenangan telak melalui suara yang dimanipulasi, meskipun komisi pemilihan pada saat itu menolak pengaduannya. Sementara NLD menolak tudingan dan mengatakan mereka menang dengan adil.

Sementara Uni Eropa menggemakan posisi NLD, menggarisbawahi bahwa kemenangan partai telah dikonfirmasi oleh semua pengamat independen domestik dan internasional.

"Tidak ada penindasan atau proses hukum semu yang tidak berdasar yang dapat memberikan legitimasi kepada pengambilalihan kekuasaan secara ilegal oleh junta," kata juru bicara Komisi Uni Eropa.

"Uni Eropa akan terus mengecam semua upaya untuk membatalkan keinginan rakyat Myanmar dan mengubah hasil pemilihan umum terakhir," demikian pernyataan tersebut.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya