Berita

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn/Net

Dunia

Jerman Berlakukan Karantina Bagi Warganya Yang Baru Datang Dari Inggris

SABTU, 22 MEI 2021 | 15:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jerman akan mengijinkan warganya yang berada di Inggris untuk kembali ke negara itu mulai Minggu (23/5). Namun, mereka yang kembali harus melalui karatina selama dua minggu meskipun mereka telah memiliki tes negatif Covid-19.

Hanya warga negara Jerman dan penduduk Jerman saja yang akan diizinkan masuk dari Inggris. Jerman akan mengadopsi rekomendasi dari Robert Koch Institute dalam penanganan protokol kesehatan ini.

Saat ini Jerman meningkatkan kehati-hatiannya terhadap penyebaran virus corona varian India yang saat ini telah melanda Inggris.


Menurut Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, kasus yang terkait dengan varian tersebut telah diidentifikasi di Inggris, terutama di London dan Inggris bagian barat. Angka itu merupakan peningkatan 30 persen sejak Senin.

Sementara warga Jerman dari Inggris telah diperbolehkan masuk, di saat yang bersamaan Jerman tetap pada pembatasan publik yang ketat, dan akan mulai mencabut hampir semua pembatasan publik mulai 21 Juni mendatang, setelah kampanye vaksinasi berhasil.

Jumat pagi, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menyuarakan keprihatinannya atas situasi di Inggris, menekankan perlunya mencegah penyebaran varian India di Jerman.

Banyak orang Jerman dapat mengunjungi taman bir, makan di luar ruangan, atau berenang untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan pada hari Jumat ketika beberapa bagian negara mulai melonggarkan pembatasan Covid-19.

Spahn mengatakan bahwa Jerman telah mematahkan gelombang ketiga infeksi tetapi mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati.

“Pandemi belum berakhir. Mari nikmati liburan, tapi tetap berhati-hati,” katanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya