Berita

Diego Maradona/Net

Dunia

Babak Baru Kematian Diego Maradona, Dokter Pribadi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

JUMAT, 21 MEI 2021 | 08:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kematian bintang sepak bola dunia, Diego Maradona, masih menjadi tanda tanya. Meskipun kematiannya terjadi 7 bulan lalu, namun penyelidikan atas penyebab tewasnya sang bintang masih terus diselidiki.

Terbaru, sumber pengadilan mengatakan kepada AFP bahwa saat ini mereka tengah menyelidiki tujuh orang terkait kematian legenda sepak bola pada November tahun lalu itu. Dan, ketujuh orang tersebut kini menghadapi dakwaan pembunuhan berencana.

Terdakwa, termasuk ahli bedah saraf Maradona, yaitu Leopoldo Luque, dan psikiater Agustina Cosachov, serta psikolog Carlos Diaz, menghadapi hukuman delapan hingga 25 tahun penjara jika mereka terbukti bersalah.


"Dakwaan tersebut didasarkan pada temuan dewan ahli atas kematian Maradona akibat serangan jantung tahun lalu," kata sumber dari kantor Kejaksaan Agung San Isidro, yang memimpin penyelidikan pada Rabu (19/5) waktu setempat.

Laporan itu menyimpulkan bahwa ikon sepak bola itu menerima perawatan medis yang tidak memadai dan dibiarkan pada nasibnya untuk 'periode yang menyakitkan dan berkepanjangan' sebelum kematiannya yang terjadi hanya beberapa minggu setelah menjalani operasi otak pada bekuan darah.

"Setelah begitu banyak ketidakadilan, kasus ini menjadi lingkaran penuh," kata sumber itu kepada AFP.

Terdakwa dilarang meninggalkan negara itu dan harus muncul sebelum penyelidikan antara 31 Mei dan 14 Juni mendatang.

Proses hukum dipicu oleh pengaduan yang diajukan oleh dua dari lima putri Maradona terhadap Luque, yang mereka salahkan atas kondisi ayah mereka yang memburuk setelah operasi otak.

Jaksa yakin kematian Maradona bukanlah akibat malapraktik atau kelalaian dokternya, tapi mereka tahu mantan bintang sepak bola itu akan mati dan tidak melakukan apa pun untuk mencegahnya.

Jaksa mendapatkan serangkaian pesan dan audio yang menunjukkan bahwa tim medis mengetahui bahwa Maradona menggunakan alkohol, obat psikiatri, dan ganja dalam beberapa bulan terakhir hidupnya.

Di antara kesimpulan laporan itu, dewan medis mengatakan bahwa "tanda-tanda risiko hidup" yang ditunjukkan oleh mantan bintang Napoli dan Barcelona itu diabaikan, dan bahwa perawatannya di pekan-pekan terakhirnya "diganggu oleh kekurangan dan penyimpangan".

Tuduhan dan tuduhan atas kematian Maradona terjadi bersamaan dengan kasus lain, perihal warisan yang disengketakan, yang melibatkan lima anaknya, saudara laki-lakinya dan Matias Morla, mantan pengacaranya.

Maradona adalah idola bagi jutaan orang Argentina setelah dia menginspirasi negara Amerika Selatan itu untuk meraih kemenangan Piala Dunia kedua mereka pada tahun 1986.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya