Berita

Joe Biden dan Vladimir Putin/Net

Dunia

Menlu AS Antony Blinken: Dunia Akan Lebih Aman Jika Putin Dan Biden Bekerja Sama

KAMIS, 20 MEI 2021 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua diplomat top Amerika dan Rusia bertemu untuk pertama kalinya di Reykjavik, Islandia, pada Rabu (19/5) waktu setempat.

Pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov terjadi di tengah ketegangan yang semakin meningkat antara kedua mantan musuh Perang Dingin itu.

Pada pertemuan empat mata pertama itu, baik Blinken dan Lavrov sama-sama menekankan kembali bahwa AS dan Rusia memang memiliki perbedaan serius dalam cara mereka memandang urusan dunia. Namun, keduanya memberikan nada optimis dalam percakapan tersebut, dengan mengatakan kedua belah pihak masih dapat menemukan cara untuk bekerja sama.


"Bukan rahasia lagi bahwa kita memiliki perbedaan, dan bahwa Washington akan menanggapi tindakan agresif oleh Rusia. Tetapi dunia akan lebih aman jika para pemimpin kedua negara bekerja sama," kata Blinken kepada Lavrov, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/5).

Sama seperti Blinken, Lavrov, yang berbicara melalui penerjemah pada pertemuan di Reykjavik yang berlangsung di sela-sela pertemuan Dewan Arktik, mengatakan, "Rusia dan AS memiliki perbedaan serius tetapi harus bekerja sama dalam bidang di mana kepentingan kita bertabrakan."

Biden sebenarnya menginginkan hubungan yang stabil dengan Rusia, menurut Blinken. Lebih rinci ia  mengatakan, kedua negara dapat bekerja sama dalam masalah seperti mengatasi pandemi virus corona, memerangi perubahan iklim, menangani program nuklir Iran dan Korea Utara, dan perang di Afghanistan.

"Kami pikir itu bagus untuk rakyat kami, bagus untuk rakyat Rusia dan memang bagus untuk dunia," kata Blinken.

Pertemuan itu adalah diskusi tatap muka tingkat tinggi pertama antara pemerintahan Biden dan mitranya dari Rusia menjelang kemungkinan KTT presiden kedua negara pada bulan Juni mendatang dalam upaya untuk meningkatkan hubungan mereka yang mengerikan.

Hubungan kedua negara meningkat sejak Maret ketika Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa dia menganggap Presiden Vladimir Putin sebagai 'pembunuh', mendorong Moskow untuk memanggil pulang duta besarnya dari AS. Dan hingga saat ini, utusan itu bahkan masih belum kembali.

Setengah jam setelah pertemuan hari Rabu, AS menjatuhkan sanksi pada beberapa kapal dan entitas yang terlibat dalam pembangunan pipa Nord Stream 2 senilai 11 miliar dolar AS yang akan membawa gas Rusia dari Kutub Utara ke Jerman, sebuah kesepakatan yang ditentang Biden.  

Namun, pemerintah memutuskan untuk mengesampingkan sanksi terhadap perusahaan di belakang pipa dan kepala eksekutifnya.

Setelah sambutan singkatnya, Lavrov tidak menanggapi pertanyaan tentang sanksi tersebut.

Sebelum pengumuman, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan pengabaian sanksi tersebut akan membantu menormalkan hubungan antara Moskow dan Washington.

 Lavrov, meringkas sikap Rusia terhadap Amerika Serikat, menggambarkannya sebagai sesuatu yang "sangat sederhana".

"Kami siap membahas semua masalah tanpa terkecuali, tapi dengan persepsi bahwa pembahasan akan jujur, dengan fakta di atas meja, dan tentu saja atas dasar saling menghormati," demikian ujar Lavrov.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya