Berita

Saling serang Israel dan Hamas di Jalur Gaza/Net

Dunia

Pejabat Senior Israel: Tidak Ada Perundingan Gencatan Senjata, Konflik Bisa Berlangsung Berbulan-bulan

SELASA, 18 MEI 2021 | 08:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pihak tak hentinya menyerukan agar segera dilakukan gencatan senjata antara pihak yang bertikai di Jalur Gaza, mengingat banyaknya korban sipil tak berdosa yang terus berjatuhan.

Namun, upaya Amerika Serikat, Mesir, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghentikan serangan udara Israel dan tembakan roket Hamas di Gaza sejauh ini belum menunjukkan hasil.
Seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya bahkan meragukan kemungkinan gencatan senjata antara Israel dan Hamas Palestina, setelah lebih dari seminggu agresi berdarah yang telah menewaskan ratusan warga sipil di Gaza, termasuk anak-anak.

"Tidak ada hal (rencana gencatan senjata) seperti itu sekarang. Tidak ada negosiasi. Tidak ada proposal. Tidak ada yang dibahas," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/5).

"Tidak ada hal (rencana gencatan senjata) seperti itu sekarang. Tidak ada negosiasi. Tidak ada proposal. Tidak ada yang dibahas," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/5).

Namun demikian, pejabat itu mengatakan bahwa Mesir kemungkinan merupakan mediator paling andal antara Israel dan Hamas.

"Mereka tampaknya paling terhubung," kata pejabat itu, seperti dikutip dari Daily Sabah, Selasa (18/5).

Mesir, yang berbagi perbatasan dengan Gaza, telah menengahi gencatan senjata Israel-Hamas di masa lalu, bersama dengan Qatar dan PBB. Majelis Umum PBB akan bertemu untuk membahas kekerasan pada hari Kamis.

Tetapi pejabat senior Israel mengulurkan kemungkinan konflik yang lebih berkepanjangan.

"Kami tidak tahu berapa banyak waktu yang kami butuhkan, karena tembakan roket tak henti-hentinya. Kami tidak bisa berhenti ketika serangan datang seperti ini. Israel siap untuk terus bertempur. Bank sasaran tidak akan berhenti. Ini bisa terus berlangsung berbulan-bulan," kata pejabat itu.

Korban tewas dari serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang terkepung terus berjatuann. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pada hari Senin (17/5) mengatakan bahwa saat ini sudah ada 212 korban tewas.

Angka suram itu termasuk 61 anak-anak, 35 wanita dan 16 orang lanjut usia, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa 1.400 orang telah terluka selama serangan itu.

Militer Israel telah melancarkan serangan udara di seluruh Jalur Gaza sejak 10 Mei, meninggalkan jejak kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah pesisir.

Sepuluh orang Israel juga tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza ke Israel.

Dalam serangan tanpa pandang bulu baru-baru ini, Israel juga menargetkan pers dan jurnalis Turki, menuai kecaman dari lembaga pers di seluruh dunia.

Serangan udara di Gaza didahului oleh hari-hari ketegangan dan agresi Israel di Yerusalem Timur yang diduduki, di mana ratusan warga Palestina diserang oleh pasukan Israel di Masjid Al-Aqsa dan di lingkungan Sheikh Jarrah.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya