Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Media Asing: Lebih Dari 155,9 Juta Orang Di Dunia Terinfeksi Virus Corona, Sekitar Dua Persen Dari Total Populasi

JUMAT, 07 MEI 2021 | 15:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemi Covid-19 telah menginfeksi sedikitnya 155,9 juta orang di seluruh dunia, menurut perhitungan kantor berita TASS berdasarkan data dari pihak berwenang.

Data Kependudukan PBB, jumlah populasi dunia adalah sebanyak 7,795 milliar pada pertengahan tahun 2020. Itu artinya 2 persen dari jumlah penduduk dunia telah terinfeksi virus corona.

Lima negara yang berada dalam daftar teratas sebagai negara yang memiliki kasus infeksi virus corona ternayak adalah, AS (32,7 juta kasus), India (21,5 juta kasus), Brasil (15 juta kasus), Prancis (5,8 juta kasus) dan Turki (5 juta kasus).


Bagian tertinggi dari infeksi tercatat di negara-negara dengan populasi yang relatif kecil, seperti di Andorra, 17 persen dari populasi (atau sebanyak 13.400 orang) telah tertular penyakit, sedangkan di Montenegro indikator ini berada pada 15,7 persen (atau 98.000 orang). Di Rusia, indikator ini menghasilkan sekitar 3,3 persen (atau 4,86 juta orang).

Banyak negara saat ini khawair akan datangnya gelombang ketiga infeksi sementara beberapa negara justru mulai membicarakan tentang kekhawatiran akan datangnya gelombang keempat.

Awal Januari 2021, ada peningkatan tajam jumlah kasus positif, yaitu sebanyak lebih dari 800.000 kasus per hari. Di akhir Februari situasinya telah stabil dan indikatornya menurun hampir dua kali lipat.

Pada musim semi, penyebaran infeksi melanjutkan pertumbuhannya yang cepat dengan rekor tertinggi baru lebih dari 904.700 infeksi harian yang dikonfirmasi pada tanggal 29 April.

Pemulihan hingga saat ini mencapai sekitar 86 persen. Pada saat yang sama, setidaknya 19 juta orang melanjutkan pengobatan, namun data ini tidak lengkap karena banyak negara tidak mempublikasikan angka statistiknya.

Jika angka pemulihan meninggkat, tidak demikian dengan jumlah kematian. Tercatat ada 3,2 juta orang meninggal karena Covid-19 yang berarti 2,1 persen dari seluruh infeksi.

Mayoritas kematian tercatat di AS (583.000), Brasil (415.000) dan India (230.000).

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya