Berita

Petugas krematorium/Net

Dunia

Tsunami Covid-19 India: Jenazah Berdatangan-Krematorium Antre Panjang, Petugas Pun Kehabisan Kayu Bakar

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 15:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Krisis kesehatan yang melanda India belakangan ini benar-benar mengejutkan. Dengan hampir setiap menit ada pasien yang meninggal, maka itu berarti antrean di krematorium menjadi begitu panjang dan dibutuhkan banyak kayu bakar untuk proses kremasi.

Bagi umat Hindu, kremasi adalah bagian penting dari ritual pemakaman. Mereka meyakini jenazah harus dimusnahkan untuk memisahkannya dengan jiwa.

Dengan jumlah kremasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, petugas kremasi di Kota Delhi menghadapi  kekurangan kayu. Setiap tumpukan kayu pemakaman membutuhkan sekitar 3-4 kwintal kayu.


Nigambodh Ghat, Seorang pejabat senior sipil, mengatakan ia telah melakukan sekitar 2.526 pemakaman antara tanggal 1 dan 23 April saja. Sebanyak 2.099 di antaranya dilakukan kremasi dengan bahan dasar kayu. Dia telah menghabiskan lebih dari 8.000 kwintal kayu untuk jumlah kremasi itu.

"Negara bagian tempat kami biasa mendapatkan kayu sedang berjuang untuk mengatasi permintaan kayu yang meningkat,” kata pejabat tersebut, seperti dikutip dari Times of India, Rabu (28/4).

Ia  menambahkan bahwa antrean di krematorium semakin panjang. Para petugas hampir tidak pernah beistirahat selama 24 jam.

Jenazah datang dan datang lagi, semua antre. Sementara persediaan kayu bakar harus menunggu.

Seorang manajer dari sebuah LSM yang menjalankan krematorium mengatakan bahwa sebagian besar kayu di ibukota berasal dari Gadhganga-Hasanpur di Uttar Pradesh (UP).

“Karena di UP permintaan juga tinggi, kontraktor menolak untuk menerima pesanan baru," kata sumber lain.

Seorang manajer pemakaman di krematorium Karol Bagh menyatakan bahwa beberapa kontraktor sekarang menjual kayu dengan harga setinggi 750 Rupee per kuintal (sekitar Rp 146.000).

Seorang pejabat di perusahaan selatan juga mengatakan bahwa beberapa negara pemasok seperti UP dan MP menyaksikan peningkatan konsumsi internal.

"Mereka juga tidak bersedia mengirim kayu tambahan kepada kami. Jika situasi yang sama terus berlanjut, kayu untuk kremasi juga akan mulai dijual di pasar gelap,” tambah sumber lainnya.

Selain kekurangan kayu, krematorium juga sudah tidak memiliki tempat lagi untuk menerima jenazah.

“Kami harus meminta keluarga untuk mengambil kembali jenazah dan mengkremasinya di tempat lain,” kata Ram Pal, yang bertugas di krematorium Dayanand Muktidham selama 11 tahun.

Selama lima hari belakangan, setidaknya 40 hingga 50 jenazah telah dikremasi setiap hari. Ini jauh di luar kapasitas krematorium yang hanya bisa mengkremasi hingga 30 jenazah dalam sehari, katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya