Berita

Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif /Net

Dunia

Jubir Klarifikasi Pernyataan Menlu Bahwa Soleimani Terlalu Ikut Campur: Itu Pendapat Pribadi, Bukan Untuk Dirilis Media

RABU, 28 APRIL 2021 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru bicara kementerian luar negeri Saeed Khatibzadeh memberikan klarifikasi mengenai insiden 'rekaman bocor' yang berisi pernyataan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif yang mengeluh bahwa militer memainkan peran yang terlalu kuat dalam diplomasi dan Qassem Soleimani (almarhum) terlalu ikut campur.

Ucapannya Zarif memicu kritik tajam di kalangan konservatif yang menuduhnya telah melewati 'garis merah'.

Khatibzadeh kemudian meluruskan, bahwa komentar Zarif dalam rekaman tiga jam itu bersifat 'rahasia' dan tidak semestinya dirilis. Juga apa yang diperdengarkan dalam rekaman itu bukan hal seperti yang dipikirkan orang.


"Apa yang dipublikasikan bukanlah wawancara dengan media," kata Khatibzadeh kepada wartawan di Teheran, seperti dikutip dari Arab Weekly, Selasa (27/4)

"Itu hanya pendapat pribadi dan tidak untuk dirilis," tekan Khatibzadeh.

Dalam rekaman itu, diplomat top Iran mengeluhkan dominasi militer negara itu atas kebijakan luar negeri.
Dalam rekaman tiga jam, yang diterbitkan oleh stasiun TV Internasional Iran yang berbasis di London, Zarif mengatakan dia tidak memiliki pengaruh apa-apa atas kebijakan luar negeri Teheran bila dibandingkan dengan Korps Pengawal Revolusi Islam ( IRGC) yang lebih mendominasi.

"Saya tidak pernah bisa memberi instruksi bahkan saran kepada seorang komandan militer untuk melakukan sesuatu untuk membantu diplomasi," kata Zarif dalam wawancara yang bocor itu.

Sementara, IRGC dan pemimpinnya, Qassem Soleimani, selalu memberinya instruksi, "Hampir setiap kali saya pergi untuk bernegosiasi (dengan kekuatan dunia)," kata Zarif.

Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds, tewas dalam serangan udara AS di Irak pada Januari 2020.

Zarif juga menuduh Soleimani dan Rusia berkolusi untuk merusak kesepakatan nuklir 2015 segera setelah ditandatangani.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya