Berita

Kebakaran terjadi di pangkalan militer Myanmar di sepanjang tepi sungai Salween, setelah pangkalan itu diserang dan ditangkap oleh Serikat Nasional Karen (KNU) pada 27 April 2021/Net

Dunia

Pemberontak Myanmar Klaim Rebut Pangkalan Militer Dekat Perbatasan Thailand

SELASA, 27 APRIL 2021 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekelompok pemberontak yang tergabung dalam Persatuan Nasional Karen (KNU), berhasil merebut pangkalan militer di Myanmar timur dekat perbatasan dengan provinsi Mae Hong Son, Thailand pada Selasa (27/4) pagi waktu setempat.

Hal itu dikonfirmasi oleh kepala urusan luar negeri KNU, Padoh Saw Taw Nee, kepada media AFP.

“Pasukan kami merebut kamp militer Burma,” katanya, seraya menambahkan bahwa pertempuran itu terjadi sekitar pukul 5 pagi, seperti dikutip dari Bangkok Post.


Pertempuran pada Selasa (27/4) meletus di negara bagian Karen dekat sungai Salween, yang membatasi sebagian perbatasan, dengan penduduk di sisi Thailand melaporkan mendengar tembakan dan ledakan yang datang dari dalam Myanmar.

“Kami bisa mendengar dari sisi lain, kami bisa mendengar peluru,” kata Hkara, warga lama Mae Sam Laep di provinsi barat laut Thailand, Mae Hong Son.

“Kami melihat lima atau enam tentara Burma lari ke sungai dan kemudian kami melihat KNU menembak mereka, tapi saat itu sangat gelap,” katanya.

Bulan lalu, setelah KNU menyerbu pangkalan militer, junta menanggapi dengan beberapa serangan udara di malam hari - serangan udara pertama di negara bagian Karen dalam lebih dari 20 tahun.

Hkara mengatakan beberapa penduduk desa telah meninggalkan rumah mereka ke kota lain karena takut akan pembalasan dari militer Myanmar.

“Tidak ada yang berani untuk tinggal ... mereka sudah lari pagi ini saat baku tembak dimulai," katanya kepada AFP.

Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta 1 Februari lalu, memicu pemberontakan yang telah membuat pasukan keamanan melakukan tindakan keras yang mematikan terhadap pengunjuk rasa.

Gerakan anti-kudeta telah berhasil mengumpulkan dukungan luas di seluruh negeri, termasuk di antara beberapa kelompok pemberontak bersenjata Myanmar yang selama beberapa dekade telah memerangi militer untuk mendapatkan lebih banyak wilayah kekuasaan. KNU menjadi lawan paling vokal dan telah bentrok dengan militer di wilayah mereka di sepanjang perbatasan timur Myanmar selama berminggu-minggu.

KNU dengan lantang mengutuk kudeta militer, dan mengatakan mereka melindungi setidaknya 2.000 pembangkang anti-kudeta yang melarikan diri dari pusat kerusuhan di perkotaan.

Bentrokan meningkat di negara bagian Karen dalam beberapa pekan terakhir, membuat lebih dari 24.000 warga sipil, termasuk sekitar 2.000 orang yang menyeberangi sungai untuk mencari perlindungan singkat di sisi Thailand.

Diperkirakan sepertiga wilayah Myanmar - sebagian besar di wilayah perbatasannya - dikuasai oleh segudang kelompok pemberontak, yang memiliki milisi sendiri.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya