Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Mengintip Sains

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 09:08 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

JUDUL “Mengintip Sains” sengaja saya pilih akibat apa yang disebut sebagai sains terlalu luas untuk secara vertikal, horizontal, diagonal, sentrifugal diterawang dengan kedangkalan daya-pikir yang saya miliki. Maka saya membatasi diri untuk hanya “mengintip” saja. Dengan penuh risiko keliru.

Science
Konon kata sains merupakan terjemahan bahasa Indonesia terhadap kata bahasa Inggris = science. Beranekaragam definisi science, satu di antaranya menurut Encyclopedia Britannica adalah “any system of knowledge that is concerned with the physical world and its phenomena and that entails unbiased observations and systematic experimentation. In general, a science involves a pursuit of knowledge covering general truths or the operations of fundamental laws”.

Akibat bangsa-bangsa Eropa memang terbukti berjaya menjajah Amerika, Asia, Afrika dan Australia maka peradaban sains versi Barat memang de facto menjajah dunia.

Akibat bangsa-bangsa Eropa memang terbukti berjaya menjajah Amerika, Asia, Afrika dan Australia maka peradaban sains versi Barat memang de facto menjajah dunia.

Meski bangsa Nusantara sudah sejak dahulu kala menguasai sains sehingga terbukti mampu membuat perahu yang mampu berlayar sampai ke pantai utara Australia bahkan nun jauh ke pantai selatan Afrika serta membangun bangunan monumental spektakular seperti Borobudur sebagai bangunan Buddhisme terbesar atau Prambanan sebagai bangunan Hinduisme terindah di planet bumi, namun masyarakat Barat meyakini sains adalah hak monopoli mereka berdasar keyakinan bahwa sains dilahirkan di bumi Yunani kuno oleh para pemikir sebelum Sokrates seperti Thales dan Anaximander.
 
Karakteristika
Menarik adalah polemik tentang matematika termasuk sains atau bukan. Pada kenyataan sains mustahil eksis apabila tidak ada apa yang disebut sebagai ukuran untuk secara tepat mengukur berbagai unsur sains.

Albert Einstein sebagai tokoh saintis sejati mustahil bisa menciptakan rumus legendarisnya 'e=mc2' yang pada hakikatnya bahasa matematika. Tanpa sains mustahil manusia mampu mendarat di rembulan yang didukung beranekaragam peralatan teknologi mustahil berfungsi tanpa dukungan bahasa matematikal.

Segenap sel dan organ di dalam tubuh manusia bisa berfungsi akibat mampu saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa kimia dan elektronik yang pada hakikatnya merupakan bahasa matematikal yang melekat pada angka dan simbol.

Meski pada hakikatnya segenap system of knowledge memiliki sifat, karakteristika serta bidang yang saling beda satu dengan lain-lainnya namun di masyarakat Indonesia sempat hadir keyakinan bahwa ilmu pengetahuan alam lebih bergengsi ketimbang ilmu sosial atau ilmu budaya.

Siswa SLTA yang masuk bidang IPA sempat dianggap lebih cerdas ketimbang yang ilmu sosial dan ilmu budaya. Ironis, ilmu filsafat yang jelas tidak masuk kategori IPA malah dianggap sebagai mahkota ilmu segala ilmu.

Secara arif-bijaksana tokoh pemikir sains, Lukas Suwarso mengurai benang ruwet pembenturan sains versus spiritual dengan pencerahan bahwa kita mustahil bersikap spiritual jika mengabaikan sains. Saya mohon izin menambahkan : dan sebaliknya.

Kategori
Berdasar kesepakatan kaidah pemikiran Barat, sains terbagi menjadi physical sciences yang melipuri astronomi, fisika, kimia, geologi; biological sciences meliputi biologi dan kesehatan; social sciences yang meliputi antropologi, sosiologi, psikologi, paedagogik, ekonomi dan berbagai aspek sosial dan kultural perilaku manusia.

Maka Universitas Indonesia memisah matematika dari ilmu pengetahuan alam. Akibat pengkotak-kotakan jenis ilmu pengetahuan, kerap kali terjadi kelalaian dalam pengejawantahan misalnya ilmu pengetahuan kesehatan mengabaikan unsur kultural, sosial, maupun individual.

Pada kenyataan kesehatan setiap masyarakat bahkan setiap insan beda satu dengan lain-lainnya namun terjadi penyeragaman sosial, kultural bahkan indivisual yang an sich mustahil diseragamkan.

Teori psikoanalisa yang diterapkan Sigmund Freud kepada para pasiennya di Wina dan New York jelas tidak relevan diterapkan begitu saja pada pasien di Sabang dan Merauke.

Kaidah kesehatan masyarakat Skotlandia beda dari masyarakat Nusa Tenggara Timur akibat latar belakang sosial, ekonomi, etnis, dan  kultural saling beda satu dengan lainnya.

Saintifikasi jamu beda dengan saintifikasi obat tradisional China atau India, apalagi saintifikasi obat tradisional Eropa yaitu obat farmasi. Masing-masing memiliki kaidah masing-masing.

Seni
Ada pula kesenian yang disainskan seperti musikologi dan logi-logi lain-lainnya. Sama halnya kelirumologi bukan ilmu membuat kekeliruan, maka musikologi bukan ilmu membuat musik.

Ilmu kesenian yang di Jerman disebut sebagai Kunstwissenschaft juga bukan ilmu membuat karya seni namun ilmu yang mempelajari berbagai aspek kesenian seperti gaya, aliran, sejarah, estetika sampai filsafat kesenian.

Saya punya beberapa teman doktor musikologi tidak mahir memainkan alat musik apapun. Secara filosofis memang dapat diyakini bahwa sains sama halnya dengan seni, agama, etika, akhlak, budi-pekerti, kemanusiaan dll merupakan bagian hakiki melekat tak terpisahkan dari apa yang disebut sebagai kebudayaan dan  peradaban umat manusia sebagai bagian melekat pada apa yang disebut sebagai kehidupan di marcapada.

Peradaban mustahil sempurna karena manusia mustahil sempurna, sehingga dengan sendirinya sains juga mustahil sempurna maka seyogianya jangan diberhalakan.

Andaikata tetap ingin diberhalakan mohon dijaga jangan sampai mengulang kesalahan Adolf Hitler yang tega menyalahgunakan sains demi membantai jutaan manusia.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya