Berita

Kuil Sikh porak poranda setelah penyerangan/Net

Dunia

25 Orang Tewas Dalam Penyerangan Kuil Sikh-Hindu di Kabul, ISIS Klaim Bertanggungjawab

KAMIS, 26 MARET 2020 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan Afghanistan berhasil menyingkirkaan orang-orang bersenjata yang menyerang kompleks keagamaan Sikh di ibukota, Kabul.

Sedikitnya 25 orang dilaporkan tewas. Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang berlangsung di saat jemaat Sikh menggelar sembahyang pagi di kuil itu, kemarin.

Sebelumnya, kelompok bersenjata Taliban membantah pihaknya berada di belakang pengepungan yang menyebabkan sedikitnya delapan orang lainnya terluka.


Insiden terjadi beberapa jam sebelum Dewan Keamanan Nasional Afghanistan mengumumkan bahwa Taliban dan pejabat pemerintah akan mengadakan pertemuan bersejarah pertukaran tahanan. Taliban

Saksi mengatakan, seorang pria berseragam polisi menyerbu kuil itu dan  menembak seorang penjaga. Ia juga menyerang jamaah di aula utama.

“Beberapa penyerang lain juga memasuki kuil, mereka bergerak dari satu ke lain ke lain ruang dalam bangunan itu untuk menembaki orang-orang,” kata saksi, melansir Aljazeera, Kamis (26/3).

Ada satu penyerang yang kemudian ditembak mati oleh pasukan keamanan dalam operasi pembersihan yang berlangsung selama berjam-jam.

Anggota parlemen Afghanistan dari kelompok Sikh, Anarkali Kaur Honaryar mengatakan, sekitar 150 orang berada di dalam kuil itu saat penyerangan terjadi.

“Beberapa orang di dalam kuil bersembunyi dan mematikan telepon seluler mereka (agar tempat persembunyian mereka tidak ketahuan oleh penyerang),” ungkap Honaryar.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian mengatakan, 25 warga sipil tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Sebanyak 80 lainnya berhasil diselamatkan. Gambar-gambar yang diunggah daring menunjukkan beberapa mayat dan juga orang-orang ketakutan, sedang berlarian dari tempat kejadian.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya