Berita

Menkeu Sri Mulyani/Net

Bisnis

Sri Mulyani: Masalah Keuangan Negara Bukan Cuma Urusan Menkeu Saja

SABTU, 14 MARET 2020 | 06:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wabah virus corona serta perang harga minyak dunia mengharuskan Kementerian Keuangan bekerja ekstra. Faktor global tersebut memicu penurunan ekonomi dalam negeri.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut saat ini keuangan negara menghadapi situasi yang tidak normal. Ia pun meminta seluruh jajaran pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan melakukan sinergi dan berfikir Out of The Box.

"Masalah ini bukan masalah Menteri Keuangan saja atau Wakil Menteri Keuangan. Tapi semua pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan harus ikut menjaga kesehatan keuangan negara walaupun dalam tekanan yang enggak mudah dan menjaga kesejahteraan masyarakat," terang Sri Mulyani dalam acara pelantikan pejabat di Kementerian Keuangan, Jumat (13/3).


Wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap jajarannya dapat melakukan inovasi dan melihat pasar secara cermat untuk memberikan guidance, leadership, dan clarity.

"Tantangan ini dipilih Maha Kuasa untuk berikan kepada kita dalam zaman ini. Terserah apakah kita mampu hadapi atau mengeluh dan berkeluh kesah," ujar Sri Mulani.

"Saya harapkan, jajaran Kemenkeu hadapi tantangan ini dengan profesional dan seluruh kemampuan berpikir, inovasi untuk kontribusikan solusi semaksimal mungkin," lanjutnya.  

Wanita kelahiran Bandar Lampung ini menegaskan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang merupakan tulang punggung (backbone) bagi masyarakat bisa menjadi instrumen atau memberikan dampak positif di tengah wabah korona.

Sementara dari sisi belanja, memerlukan ruang inovatif. Belanja mesti digunakan untuk kebutuhan prioritas dan benar-benar efektif. Saat ini, pemerintah juga tengah menggunakan dan meneliti kebijakan fiskal dan nonfiskal dalam mengurangi dampak negatif dari kondisi ekonomi global yang tertekan oleh virus corona.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya