Berita

Paus Fransiskus/Net

Dunia

Pertama Kali Paus Fransiskus Berkotbah Secara Online Dan Ingatkan Semua Agama Untuk Bersatu Atasi Virus Corona

KAMIS, 12 MARET 2020 | 11:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Paus Fransiskus menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada para staf medis dan juga sukarelawan yang bersusah payah melakukan tugasnya di tengah wabah virus corona. 

Ini kali pertama Paus yang berusia 83 tahun itu melakukan ceramah virtualnya, pada Rabu (11/3).

Biasanya, ceramah atau audiensi umum yang gelar di Lapangan Santo Petrus didatangani puluhan ribu orang. Namun, kali ini lapangan itu kosong, seiring dengan pemberlakuan isolasi Vatikan secara keseluruhan.


Paus dan 10 pastor, beberapa di antaranya menerjemahkan kata-katanya ke dalam bahasa lain, semuanya duduk dalam perpustakaan kepausan resmi. Audiensi itu ditayangkan di internet dan disiarkan langsung di televisi.

Di sela ceramahnya, Paus juga mendesak dunia tidak melupakan penderitaan para pengungsi Suriah.

"Mereka adalah orang-orang yang menderita selama bertahun-tahun. Mereka harus melarikan diri dari perang, kelaparan, dan penyakit. Jangan lupakan saudara-saudari kita, begitu banyak anak yang menderita di sana," katanya.

"Saya merasa dekat dengan semua orang yang saat ini tengah sakit dan tertular virus. Kita semua dalam kondisi ketidakpastian," lanjut Paus, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (11/3).

Paus juga berterima kasih kepada orang-orang dari semua agama yang berdoa untuk mengakhiri wabah ini.

"Semua bersatu, terlepas dari agama mana mereka berasal. Terima kasih yang tulus atas upaya ini," ungakpnya.

Italia adalah negara yang paling buruk terdampak virus corona setelah China. Per Kamis (12/3) jumlah kasus yang dilaporkan adalah sebanyak 12.462 dengan angka kematian di atas 800 orang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya