Berita

Pertemuan Sri Mulyani dengan Presiden ADB Masatsugu Asakawa/Kemenkeu

Bisnis

Sri Mulyani Bakal Terima Rp38,44 Triliun Dari ADB

RABU, 04 MARET 2020 | 10:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi Masatsugu Asakawa yang telah menjadikan Indonesia sebagai negara pertama dalam kunjungan resminya sebagai Presiden Asian Developmemt Bank atau ADB yang baru.

Ia menulis dalam akun instagramnya:

"Mr. Masatsugu Asakawa menyampaikan bahwa ADB tengah menyiapkan Country Partnership Strategy (CPS) dengan Indonesia yang fokus pada 3 hal utama yaitu Pembangunan SDM, Infrastruktur, dan Perubahan Iklim," kata Sri Mulyani dalam postingan Selasa (3/3).


Sri Mulyani menilai, CPS harus disertai dengan penempatan SDM di negara recipient, sehingga ada pembelajaran dan pengalaman bagi SDM-SDM ADB sekaligus impelementasi kebijakan yang lebih lancar di negara penerima donor.

"Untuk rencana dan fokus CPS di Indonesia dapat juga disampaikan kepada Presiden RI. Sementara kerja sama ADB dengan sektor swasta dapat dilakukan juga di beberapa sektor lainnya seperti perumahan layak (termasuk sanitasi, pembangunan area kumuh, serta waste management) dan energi terbarukan," ujar Sri Mulyani.

Kemitraan Indonesia-ADB yang telah berlangsung selama 50 tahun telah banyak membuahkan hasil, mulai dari dukungan untuk membawa Indonesia lepas dari krisis finansial, penanggulangan bencana hingga pembangunan infrastruktur.

Sebelumnya, Asian Development Bank (ADB) menyatakan komitmennya untuk mengalokasikan dana pinjaman ke Indonesia sebesar 2,7 miliar dolar AS atau setara dengan Rp38,44 triliun (kurs Rp14.420 per USD) pada tahun ini.

Perluasan dukungan ADB tersebut ditujukan bagi prioritas pembangunan Indonesia di berbagai bidang.

"Komitmen kami untuk mendanai Indonesia sekitar 1,7 miliar dolar AS hingga 2,7 miliar dolar AS pada tahun ini," terang Presiden ADB, Masatsugu Asakawa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (3/3).

Komitmen dukungan ini meningkat dibandingkan tahun lalu. ADB hanya menggelontorkan dana pinjaman sebesar 1,7 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.

Dana pinjaman untuk tahun ini akan digelontorkan ke sektor inklusi keuangan sebesar 500 juta dolar AS dan pendanaan program daya saing sebesar 500 juta dolar AS. Sementara sisanya akan disiapkan untuk program-program pemerintah lainnya.

ADB dan Indonesia memiliki hubungan kemitraan kuat yang dibangun atas tujuan yang sejalan, yaitu mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

Asawa mengatakan pihaknya akan terus menguatkan kemitraan dengan Indonesia.  

"Saya bertekad untuk memperkuat kemitraan ini dan terus mendukung prioritas pemerintah, termasuk peningkatan pendidikan, pengembangan keterampilan, dan perlindungan sosial, serta mendorong investasi di infrastruktur, mobilisasi sumber daya domestik, dan ketahanan iklim dan bencana," tutupnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya