Berita

Presidem Afganistan Ashraf Ghani Saat Menyematkan Bintang Kehormatan Malalai Kepada Menlu Retno/Kemlu

Politik

Hebatnya, Menlu Retno Dapat Penganugerahan Bintang Kehormatan Malalai Dari Pemerintah Afganistan

SENIN, 02 MARET 2020 | 11:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabul, Afganistan, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mendapat kejutan indah. Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menganugerahkannya Bintang Kehormatan “Malalai”,  Minggu (1/3).

Ashraf mengungkapkan penganugerahan tersebut merupakan bentuk penghormatan negara Afganistan atas kerja sama Indonesia membangun perdamaian di kawasan.

Bintang Penghargaan Malalai adalah salah satu bintang penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Afghanistan kepada tokoh Afghanistan maupun internasional yang telah memberikan kontribusi luar biasa kepada Afghanistan.


“Sebagai penghargaan atas kerja keras yang terus menerus, dalam memajukan kerja sama bilateral dan membangun rasa percaya antara Indonesia dan Afghanistan, membangun perdamaian di kawasan dan dunia, saya dengan hormat menganugerahkan Bintang Kehormatan 'Malalai' kepada Menlu Retno Marsudi,” ujar Ashraf, sebelum melakukan penyematan bintang kehormatan.

Nama Malalai diambil dari nama salah seorang Pahlawan Nasional Wanita Afghanistan, Malalai Ana, yang memimpin perjuangan rakyat Afghanistan melawan penjajahan Inggris di tahun 1880.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk membantu proses perdamaian di Afghanistan, terutama terkait dua aspek, yaitu Dialog Ulama, melalui Konferensi Ulama di Indonesia pada tahun 2020, dan pemberdayaan wanita, melalui Jaringan Solidaritas Wanita Afghanistan-Indonesia, yang juga baru diresmikan pada hari yang sama.

“Rakyat Indonesia senantiasa akan bersama rakyat Afghanistan untuk perdamaian yang lestari di Afghanistan,” ungkap Retno.

Sebelumnya, Retno juga menghadiri  penandatanganan kesepakatan untuk perdamaian Afghanistan, Comprehensive Peace Agreement (CPA) antara Amerika Serikat dan Taliban pada Sabtu (29/2). Penandatanganan ini merupakan langkah awal  dari proses  perdamaian Afghanistan.

Dalam penandatanganan tersebut hadir  sembilan Menteri Luar Negeri yang hadir, yaitu Menlu Qatar, Amerika Serikat, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Norwegia, Turki, Oman dan Pakistan. Pertemuan juga dihadiri oleh wakil dari Jerman dan Inggris.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya