Berita

Pasien Virus Corona/Net

Bisnis

Starbucks Dan McDonald Tutup Semua Kedainya Di Wuhan, Apple Resah Pasokan Terganggu

KAMIS, 30 JANUARI 2020 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Virus corona telah berdampak pada laju ekonomi dunia. Banyak perusahaan yang harus menutup bisnisnya. Di antaranya Starbucks yang telah menutup 2.000 dari 4000 kedai kopi mereka di China.
Pihak Starbucks masih berupaya mempertahankan prospeknya untuk 2020, dan bencana virus corona telah mengaburkan hal tersebut dengan penutupan kedai-kedai kopi mereka.

Gerai makanan cepat saji McDonald's Corp dan KFC juga telah menutup sejumlah gerai mereka di Wuhan dan sekitarnya.

CEO McDonald Chris Kempczinski menyebut situasi di Wuhan memprihatinkan dan mengatakan gerai makanan cepat saji itu menutup semua restorannya di Hubei, yang jumlahnya mencapai ratusan, sementara 3.000 outlet di tempat lain di China tetap dibuka.

CEO McDonald Chris Kempczinski menyebut situasi di Wuhan memprihatinkan dan mengatakan gerai makanan cepat saji itu menutup semua restorannya di Hubei, yang jumlahnya mencapai ratusan, sementara 3.000 outlet di tempat lain di China tetap dibuka.

"Saat ini, prioritas kami adalah benar-benar pada karyawan kami, pada pelanggan kami, melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa mereka aman dan diperhatikan," katanya, melansir South China Morning Post, Rabu (Kamis (30/1).

Kota Wuhan, di mana penyebaran virus corona itu bermula, adalah pusat manufaktur, pengapalan, dan bisnis.

Perusahaan Apple pun mengalami kerugian dengan terganggunya rantai pasokan ke dalam prospek bisnis mereka.

Bloomberg, pada Rabu (29/1) menulis, Chief Executive Officer Apple Tim Cook mengatakan, pihaknya tengah bekerja sama dengan para pemasok di kota tersebut untuk memitigasi kerugian.

Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti angka kerugian dari terganggunya pasokan tersebut.  Cook menjelaskan, Apple masih mengikuti perkembangan kabar seputar virus tersebut.

Hampir semua iPhone dibuat oleh Hon Hai Percision Industry Co. dari Foxconn di Zhengzhou, China dan oleh Pegatron Corp di lokasi perakitan dekat Shanghai.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya