Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Eudaimonialogi

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 07:37 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MESKI maknanya masih diperdebatkan, namun eudaimonialogi dapat dianggap sebagai satu di antara sekian banyak ikhtiar pemikiran manusia dalam berupaya mempelajari perasaan yang disebut sebagai bahagia.

Berdasar beberapa hasil telaah eudaimonialogis dapat disimpulkan bahwa mensyukuri apa yang sudah dimiliki berperan penting bagi manusia dalam mencari kebahagiaan.

Hewan Ternak


Alkisah seorang petani merasa tidak bahagia maka menghadap ke seorang begawan tersohor arif bijaksana untuk mohon petunjuk agar bisa merasa bahagia.

Sang begawan bertanya apakah sang petani memiliki hewan ternak. Sang petani menjawab bahwa dia punya selusin ayam, sepuluh bebek, delapan kambing, enam sapi dan empat kerbau. Sang begawan lanjut bertanya di mana para hewan ternak itu berada pada malam hari.

Sang petani menjawab bahwa pada malam hari semua hewan ternak senantiasa berada di dalam kandang. Sang begawan bersabda bahwa apabila sang petani benar-benar ingin merasa bahagia maka apabila malam hari tiba sebaiknya sang petani memindah segenap hewan ternaknya dari kandang ke dalam rumah sang petani.

Dengan penuh harapan bisa merasa bahagia sang petani bergegas pulang lalu pada malam hari memindah selusin ayam, sepuluh bebek, delapan kambing, enam sapi dan empat kerbau dari kandang ke dalam rumah untuk tidur bersama sang petani beserta isteri dan enam anak-anaknya.

Tidak Bahagia

Berselang seminggu kemudian, sang petani datang kembali ke sang begawan sambil marah-marah sebab sama sekali tidak merasa bahagia meski sudah mematuhi seluruh petunjuk sang begawan.

Sang begawan bertanya kenapa sang petani tidak merasa bahagia. Sang petani bertanya balik ke sang begawan tentang bagaimana mungkin dia bisa merasa bahagia sebab setiap malam harus tidur bersama selusin ayam, sepuluh bebek, delapan kambing, enam sapi dan empat kerbau lengkap dengan air seni dan tinja mereka  yang tentu saja membuat ruang dalam rumah berbau busuk secara paripurna dan sempurna.
 
Bahagia


Sang begawan bersabda agar sang petani segera kembali ke rumahnya untuk mengeluarkan selusin ekor ayam, sepuluhbebek, delapan kambing, enam sapi dan empat kerbau dari dalam rumah agar setiap malam kembali berada di dalam kandang masing-masing.

Sambil tetap mengomel, sang petani segera pulang ke rumahnya demi mematuhi instruksi sang begawan mengeluarkan segenap hewan ternak dari dalam rumahnya untuk kembali setiap malam berada di dalam kandang masing-masing.

Sejak itu, sang petani tidak pernah kembali menemui sang begawan sebab sudah berhasil hidup bahagia bersama isteri dan anak-anaknya .

Eudaimonialogi


Buku saya berjudul “Pedoman Menuju Tidak Bahagia” memuat kisah petani mencari kebahagiaan tersebut sebagai telaah eudaimonialogis demi menyadarkan kita semua bahwa pada hakikatnya apa yang disebut sebagai bahagia bukan merupakan suatu bentuk perasaan berdasar tafsir yang senantiasa siap hadir apabila kita mau dan mampu  mensyukuri apa yang bukan belum namun sudah kita miliki.

Jika ingin merasa “tidak” bahagia, maka caranya mudah saja yaitu serta merta dengan sendirinya “jangan” sekali-kali mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

Penulis pembelajar eudiamonialogi dan penyusun buku “Pedoman Menuju Tidak Bahagia”

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya