Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Peradaban Bahasa

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 | 11:04 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA masa sisa hidup sebelum mengembuskan napas terakhir, saya berupaya mempelajari makna  kehidupan. Dalam mempelajari makna kehidupan, saya tersadarkan bahwa tujuan utama kehidupan adalah kemanusiaan.

Namun satu di antara hal utama bagi manusia akibat mustahil menempuh perjalanan kehidupan seorang diri sendiri belaka adalah komunikasi. Dan unsur paling utama bagi manusia untuk dapat melakukan komunikasi adalah bahasa. Tanpa bahasa, mustahil manusia dapat melakukan komunikasi. Maka mustahil pula manusia dapat menempuh perjalanan kehidupan.

Bahasa Alami
Ada dua jenis bahasa yaitu bahasa alami dan bahasa buatan manusia. Manusia sudah mulai menggunakan bahasa alami sejak masih berupa mudigah di dalam rahim ibunda masing-masing melalui komunikasi zat-zat biologis dengan diri sendiri maupun dengan ibunda masing-masing dengan menggunakan bahasa biologis demi membentuk organ tubuh diri masing-masing.

Ada dua jenis bahasa yaitu bahasa alami dan bahasa buatan manusia. Manusia sudah mulai menggunakan bahasa alami sejak masih berupa mudigah di dalam rahim ibunda masing-masing melalui komunikasi zat-zat biologis dengan diri sendiri maupun dengan ibunda masing-masing dengan menggunakan bahasa biologis demi membentuk organ tubuh diri masing-masing.

Setelah seorang bayi ke luar dari rahim ibunda masing-masing untuk masuk ke alam kehidupan di luar rahim ibunda masing-masing, serta merta sang bayi berkomunikasi dengan lingkungan alam dan sosial masing-masing dengan menggunakan bahasa alami. Mulai dari menangis sampai meronta-ronta sambil berteriak-teriak akibat merasa tidak nyaman atau tersenyum kemudian tertidur setelah merasa nyaman.

Di dalam tubuh masing-masing, segenap organ tubuh seorang bayi berkomunikasi dengan bahasa biologis demi memungkinkan segenap organ tubuh berfungsi. Mulai dari saat tarikan napas pertama yang mengawali perjalanan kehidupan sampai saat embusan napas terakhir yang mengakhiri perjalanan kehidupan masing-masing.

Tanpa bahasa alami, mustahil manusia dapat melakukan komunikasi dengan lingkungan alam masing-masing. Tanpa bahasa biologis mustahil organ tubuh manusia dapat melakukan komunikasi dengan sesama organ tubuh lain-lainnya, yang berarti mustahil manusia mampu hidup.

Bahasa Buatan Manusia

Setelah setiap insan manusia membutuhkan komunikasi maka setiap insan manusia mulai berupaya membuat bahasa untuk memungkinkan komunikasi dengan lingkungan sosial masing-masing. Mitra komunikasi pertama seorang bayi adalah ibunya.

Ada beberapa jenis bahasa buatan manusia. Antara lain bahasa tubuh, bahasa isyarat, bahasa lisan, bahasa tulisan, bahasa spiritual, dan lain-lain yang saling beda satu dengan lain-lainnya tergantung lingkungan kebudayaan masing-masing.

Misalnya bahasa tubuh masyarakat India dalam menggelengkan kepala berbeda makna dengan bahasa tubuh masyarakat Indonesia. Bersendawa dianggap ungkapan kepuasan bagi masyarakat China sementara dianggap tidak sopan bagi masyarakat Inggris.

Masyarakat Jawa diam apabila tidak setuju maka kerap membingungkan masyarakat non-Jawa. Bahasa isyarat menyembulkan ibu jari di antara jari telunjuk dan jari tengah merupakan penghinaan tidak senonoh bagi masyarakat Belanda, namun merupakan lambang keperkasaan Werkudara bagi masyarakat Jawa pemerhati wayang.

Kesepakatan
Naskah yang sedang Anda baca ini mustahil mampu saya tulis apabila antara Anda dan saya tidak terjalin kesepakatan dalam menggunakan bahasa yaitu bahasa Indonesia. Bahkan saya mustahil menuangkan hasil pemikiran saya tentang bahasa ke dalam naskah yang sedang Anda baca apabila saya tidak belajar mengunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan lingkungan sosial saya.

Pada saat saya berkomunikasi dengan warga Jerman di Jerman ketika saya sedang belajar dan mengajar di Jerman, saya berupaya menggunakan bahasa Jerman. Pada saat saya membaca komik Asterix saya berupaya menggunakan bahasa Prancis.

Pada saat saya berupaya mempelajari pemikiran Bertrand Russel atau Ralph Waldo Emerson saya menggunakan bahasa Inggris. Ketika makan malam bersama mantan Presiden Polandia penerima anugrah Nobel, Lech Walessa, akibat beliau tidak menguasai bahasa Indonesia dan saya tidak mampu berbahasa Polandia maka kami berdua didampingi seorang penerjemah yang menguasai bahasa Polandia dan bahasa Inggris.

Beradab
Segenap fakta tersebut pada hakikatnya membuktikan bahwa tanpa bahasa mustahil manusia berkomunikasi yang kemudian lanjut membuktikan bahwa tanpa komunikasi di dalam mau pun di luar tubuh bahkan manusia mustahil hidup. Mengingat tujuan utama kehidupan adalah kemanusiaan maka seyogianya manusia jangan menggunakan bahasa demi kepentingan yang berada di luar kaidah adiluhur Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Bahasa kemanusiaan yang tidak adil dan tidak beradab adalah bahasa biadab. Maka seyogianya kita masing-masing menempuh perjalanan hidup masing-masing secara beradab dengan berupaya menghindari penggunaan bahasa biadab dengan senantiasa menunaikan Jihad Al Nafs menaklukkan diri sendiri masing-masing untuk tidak menyemooh, menghujat, menghina, merendahkan, apalagi memfitnah demi melakukan pembunuhan karakter terhadap sesama manusia

Penulis adalah pembelajar peradaban bahasa serta pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan
.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya