Berita

Taliban/Net

Dunia

Taliban Serang Markas Polisi, 11 Warga Afghanistan Meninggal Dunia

JUMAT, 19 JULI 2019 | 07:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Taliban kembali berulah. Kali ini, kelompok bersenjata tersebut menyerang markas polisi di kota Kandahar, Afghanistan pada Kamis (18/7). Akibatnya, 11 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Jurubicara Taliban, Qari Yousuf Ahmadi mengatakan, serangan di kota terbesar kedua Afghanistan itu dimulai dengan bom mobil dan disusul dengan serangan militan bersenjata yang menyerbu kompleks polisi.

"Sejumlah mujahidin yang dilengkapi dengan senjata berat dan kecil menghancurkan markas dan melancarkan operasi mereka di dalam," kata Ahmadi.


Sementara itu, jurubicara gubernur Kandahar, Baheer Ahmadi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 11 orang tewas dalam serangan itu, termasuk sembilan warga sipil dan dua petugas polisi. Sementara itu, 89 lainnya terluka.

Dia menyebut, dua penyerang Taliban meledakkan diri dan enam lainnya ditembak mati oleh pasukan keamanan.

Sementara itu, Gubernur Provinsi untuk Kandahar, Hayatullah Hayat, mengatakan bahwa pasukan keamanan Afghanistan telah meluncurkan operasi pembersihan untuk melihat apakah ada penyerang yang tersisa.

"Pertempuran berakhir sekarang. Beberapa kendaraan terbakar. Sekarang tentara Afghanistan dan helikopter Amerika Serikat terbang di daerah itu," kata kepala polisi Tadin Khan kepada kantor berita AFP.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya