Berita

Boy Evan Sembiring/RMOL

Politik

Visi Jokowi Bermuka Dua

SELASA, 16 JULI 2019 | 14:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pidato visi Indonesia yang disampaikan presiden terpilih Joko Widodo di SICC, Bogor, Minggu (14/7) menuai kritik tajam dari aktivis pegiat lingkungan.

Manager Kajian Kebijakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Boy Evan Sembiring bahkan menyebut visi Jokowi tersebut sebagai sebuah kemunduran bagi Indonesia. Sebab, Jokowi memperlihatkan proyeksi buruk bagi masa depan lingkungan hidup dan kemanusiaan.

“Kami di Walhi melihat apa yang disampaikan Jokowi itu sebuah visi mundur Jokowi. Nggak tepat juga disebut visi Indonesia," ujarnya di Kantor WALHI di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (16/7).


Boy bahkan menyebut Jokowi sedang melakukan standar ganda. Sebab, visi yang disampaikan Joko Widodo, khususnya mengenai investasi bertolak belakang dengan Nawacita II yang menyebut akan meneruskan jalan perubahan untuk Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

“Ini memperlihatkan bahwa Jokowi memang menggunakan standar ganda atau standar kebijakan muka dua, sebelah bermuka baik sebelah bermuka buruk," jelasnya.

Boy menguraikan bahwa dalam pemaparannya, Jokowi menyebut ada lima visi yang akan dibangun, yaitu infrastruktur, sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN.

Dari kelima visi yang disampaikan itu, Jokowi tampak serius memperlihatkan diri berpihak pada kepentingan bisnis atau investasi. Hal tersebut berkolerasi antara tahapan pertama hingga ketiga.

"Narasi Jokowi yang mengatakan mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan memperlihatkan adanya kontradiktif antara keberpihakan pada kemanusiaan dan lingkungan hidup dengan keberpihakan pada investasi," jelasnya.

Padahal kata Boy, Jokowi telah menyatakan keberpihakannya pada kemanusiaan dan lingkungan hidup pada saat Nawacita I. Namun, hal tersebut tidak terealisasi selama lima tahun periode pertama.

"Pada kenyataannya, hampir lima tahun ia memimpin, laju pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional lainnya malah mengabaikan aspek kemanusiaan dan lingkungan hidup. Hal itu dilakukan dengan cara memotong proses perizinan," terangnya.

Dia mengingatkan bahwa di Nawacita I, Jokowi sempat menegaskan bahwa Indonesia mengalami krisis kemanusiaan karena kerusakan lingkungan yang terjadi. Kala itu Jokowi mengatakan bahwa Indonesia butuh kebijakan permanen untuk memulihkan lingkungan hidup dan kemanusiaan.

“Narasi itu dimainkannya dengan baik itu, ya bagi kami ya Jokowi harus sadar gitu janjinya harus ditunaikan gitu, jangan cuma ngomong apan bedanya Jokowi dengan pemimpin-pemimpin lainnya," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya