Berita

Jepang/Net

Dunia

Pesawat Ruang Angkasa Hayabusa-2 Jepang Berhasil Bawa Bebatuan Dari Asteroid Tua

KAMIS, 11 JULI 2019 | 22:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pesawat ruang angkasa Jepang, Hayabusa-2 telah berhasil mengumpulkan bebatuan dari dalam asteroid Ryugu yang jauh.

Ryugu sendiri adalah asteroid berupa batu ruang angkasa selebar 900 meter yang terletak sekitar 290 juta km dari Bumi.

Kontak yang sukses dengan asteroid Ryugu disambut dengan lega dan bersorak di ruang kontrol di badan antariksa Jepang, JAXA (Kamis, 11/7).


Ini adalah pencapaian kedua untuk robot jenis Hayabusa-2, yang mengambil batu dari asteroid pada bulan Februari lalu.

Hayabusa-2 bertugas mengambil batu-batuan baru dari dalam asteroid jauh tersebut. Karena berasal dari dalam asteroid, batu-batuan tersebut kurang mengalami paparan terhadap lingkungan ruang angkasa yang keras.

Diharapkan batu-batu yang dikumpulkan itu akan memberi para ilmuwan lebih banyak data tentang asal-usul Tata Surya.

Dikabarkan BBC, Hayabusa-2 dijadwalkan untuk membawa spesimen bebatuan itu kembali ke Bumi tahun depan.

Untuk diketahui, Ryugu termasuk jenis batuan ruang angkasa yang sangat primitif, yang tersisa dari masa-masa awal Tata Surya kita. Ryugu diperkirakan tersisa dari 4,5 miliar tahun yang lalu.

Karena itulah, Ryugu mungkin mengandung petunjuk tentang kondisi dan kimiawi waktu itu, sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Hayabusa-2 sendiri memulai misinya untuk mencapai Ryugu pada tahun 2014. Misi diluncurkan dari pelabuhan ruang angkasa Jepang Tanegashima.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya