Berita

Politik

Lima Tokoh Ini Masuk Bursa Calon Ketua DPD RI

RABU, 10 JULI 2019 | 20:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Perlahan tapi pasti pembicaraan mengenai siapa senator yang pantas memimpin Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mulai terdengar di kalangan politisi.

Dari pengamatan Kantor Berita RMOL sejauh ini ada sejumlah nama yang mulai digadang-gadang. Beberapa adalah wajah lama, dan beberapa lainnya pendatang baru.

Dua wajah baru yang ramai disebut-sebut berpeluang adalah Gusti Kanjeng Ratu Hemas dari DI Jogjakarta, dan Nono Sampono dari Maluku.


Gusti Kanjeng Ratu Hemas adalah mantan wakil ketua DPD periode lalu dan sudah menjabat sebagai senator selama empat periode. Ratu Hemas adalah istri dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Adapun Nono Sampono adalah mantan wakil ketua DPD RI pada periode sebelumnya. Sebelum menjadi politisi dia pernah menduduki posisi Kepala Badan SAR Nasional (2011), Danjen Akademi TNI  (2007-2011), dan Komandan Korps Marinir TNI AL (2006-2007).

Sementara tiga pendatang baru yang disebut berpeluang besar adalah Jimly Asshiddiqie dari DKI Jakarta, La Nyalla Mattalitti dari Jawa Timur, Fadel Muhammad dari Gorontalo.

Jimly Asshiddiqie masih menjabat ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), pernah menjadi ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) periode 2012-2017, dan penrnah menduduki kursi ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2003-2008.

Adapun La Nyalla Mattalitti pernah menjabat ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2015-2016. Dia juga pernah menjadi kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur dan ketua umum Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jatim.

Dari semua tokoh yang disebut berpeluang menjadi calon ketua DPD RI, La Nyalla adalah peraih suara terbanyak dalam pemilihan umum yang lalu, yakni 2.267.058 suara. Secara nasional, La Nyalla menduduki posisi keempat perolehan suara anggota DPD RI.

Sementara Fadel Fadel Muhammad adalah mantan Gubernur Gorontalo dan pernah menduduki posisi Menteri Kelautan dan Perikanan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Informasi lain yang beredar di kalangan pemerhati dan politisi adalah mengenai sistem pemilihan Ketua DPD RI yang akan diputuskan dalam rapat paripurna pertama.

Sejauh ini ada dua sistem pemilihan yang sedang dibicarakan. Pertama, sistem paket dan kedua sistem zonasi.

Sementara dalam sistem zonasi calon ketua akan bertarung di tingkat zonasi terlebih dulu. Setelah itu barulah pemenang satu zonasi bertarung dengan pemenang di zonasi-zonasi lainnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya