Berita

Vape/Net

Bisnis

QR Code Bantu Pengguna Vape Bedakan Liquid Asli Dan Oplosan

SABTU, 06 JULI 2019 | 16:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perkembangan penggunaan vape yang cukup pesat di Indonesia diganggu oleh munculnya liquid palsu atau oplosan di pasaran. Bahkan tidak jarang, bahan berbahaya digunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab dalam pembuatan liquid oplosan tersebut.

Hal itu menimbulkan keresahan, baik di kalangan pengguna vape maupun produsen resmi. Salah satu produsen liquid resmi, PT Asia Vaporindo Berjaya dengan merek dagang Juicenation mengungkapkan, salah satu produk liquidnya telah dipalsukan oleh produsen liquid oplosan.

Melalui akun Instagramnya, @juicenationcompany, mereka mengimbau agar konsumen pengguna vape lebih berhati-hati dalam membeli liquid Juicenation dengan jenis “​A la Carte​", karena disinyalir bahwa produk tersebut banyak dipalsukan dengan nama yang mirip, yaitu "A la Cartel".


Perbedaan yang mencolok dari liquid asli dan oplosan adalah, biasanya liquid oplosan memiliki rasa yang tidak terlalu pekat. Liquid oplosan juga biasanya dibuat dengan bahan-bahan seperti minyak kelapa sawit yang dicampur dengan minyak goreng, alkohol, air distilasi maupun air mineral.

Bahkan, dalam beberapa kasus, terdapat liquid vape yang mengandung ​cannabioid​ atau sejenis ganja.

Karena maraknya pemalsuan tersebut, maka pihak Juicenation melakukan kerjasama dengan Authentic Guards, yakni sebuah platform anti pemalsuan binaan Telkom Indonesia yang dapat membantu konsumen mengetahui keaslian sebuah produk.

Managing Director Juicenation, Ryan Othink dalam keterangan yang diterima redaksi (Sabtu, 6/7) menjelaskan, kerjasama ini dapat membantu melindungi produk Juicenation agar terhindar dari aktifitas pemalsuan yang bisa menyebabkan kerugian.

Penerapannya sangat sederhana. Produk Juicenation diberikan label hologram "Authentic Guards" yang terdapat kode unik. Dengan menggunakan generator dan perhitungan algoritma tertentu, kode tersebut kemudian dikonversi menjadi ​QR Code dengan standar Denso Wave ISO 18004. Hal ini membuat kode tersebut sangat aman dan mempunyai kemungkinan yang sangat kecil untuk diduplikasi.

Konsumen akan dapat dengan mudah mengecek keaslian liquid dengan memindai ​QR Code tersebut menggunakan aplikasi mobile khusus.

Kerjasama ini diharapkan dapat mengurangi peredaran produk liquid oplosan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab serta memudahkan konsumen dalam mengetahui ciri produk liquid palsu tersebut secara visual.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya