Berita

Facebook/Net

Dunia

Diduga Ada Paparan Sarin, Empat Gedung Facebook Di Silicon Valley Dievakuasi

SELASA, 02 JULI 2019 | 07:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Facebook segera mengevakuasi empat bangunan atas dugaan dan paparan sarin yang merupakan zat kimia berberhaya pada Senin (1/7).

Paparan sarin diduga terjadi setelah paket di fasilitas surat perusahaan media sosial Silicon Valley tersebut diuji positif untuk senyawa beracun.

Dua orang yang melakukan kontak dengan paket tersebut segera dievaluasi. Namun, petugas kebakaran untuk kota Menlo Park, tempat Facebook berpusat, Jon Johnston, orang-orang tersebut tidak menunjukkan gejala paparan sarin.


"Fasilitas (Facebook) menguji semua paket yang masuk dan mereka memiliki tes positif, jadi mereka hanya memprakarsai protokol standar mereka. Sekarang kami hanya menunggu untuk memverifikasi apakah itu benar atau tidak," katanya.

Sementara itu, jurubicara Facebook Anthony Harrison mengatakan perusahaan mengevakuasi empat bangunan setelah tes positif pada paket dan bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan.

"Pihak berwenang belum mengidentifikasi bahan yang ditemukan. Sampai sekarang, tiga bangunan yang dievakuasi telah dibersihkan untuk dihuni kembali," kata Harrison seperti dimuat Reuters.

Sarin sendiri merupakan senyawa beracun kuat yang mengganggu sistem saraf. Zat ini telah digunakan sebagai senjata kimia karena eksposurnya bisa berakibat fatal.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya