Berita

Kim Kardashian/Net

Dunia

Kebanjiran Kritik Soal Kimono, Kim Kardashian Segera Ganti Merk Dagang

SELASA, 02 JULI 2019 | 07:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bintang reality show Kim Kardashian West akhirnya memutuskan untuk mengubah nama merek fesyen terbarunya setelah tuduhan pengalihan budaya.

Dikabarkan BBC, dia meluncurkan produk pakaian dalam pembentuk tubuh wanita atau shapewear dengan nama Kimono Intimates.

Namun merk terbaru Kim Kardashian itu memicu kemarahan. Banyak warga Jelang di media sosial yang mengecam merk dagang tersebut karena dianggap produk tersebut tidak sesuai dengan nama "kimono" itu sendiri, yang merupakan pakaian tradisional Jepang yang memiliki makna mendalam dan dihormati.


Meski kebanjiran kritik, dia awalnya membela nama itu dan mengatakan dia tidak akan mengubahnya.

Tetapi pada hari Selasa (2/7), dia mengatakan akan mengumumkan nama baru pada waktunya.

"Saya selalu mendengarkan, belajar, dan berkembang. Ketika saya mengumumkan nama merk pakaian saya, saya melakukannya dengan niat terbaik dalam pikiran," tulisnya dinakun Instagram.

"Setelah berpikir dan mempertimbangkan dengan saksama, saya akan meluncurkan merek saya dengan nama baru," sambungnya.

Kimono sendiri merupakan jubah longgar lengan panjang Jepang yang berasal dari abad ke-16.

Menurut Museum Victoria & Albert, kimono menjadi item utama pakaian untuk semua kelas dan jenis kelamin di Jepang dari abad ke-16 dan masih merupakan simbol budaya Jepang hingga saat ini.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya