Berita

Jaya Suprana

Nasib Pistol Pembunuh Van Gogh

KAMIS, 27 JUNI 2019 | 09:11 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEMENTARA Nusantara sedang heboh kasus jenderal purnawirawan ditangkap atas dugaan punya bedil secara ilegal, sang mahadesainer merangkap mahaguru Kejawen saya, Sri Begawan Bambang Waluyo berbagi sebuah berita dari Paris, Prancis berjudul “Pistol pembunuh Vincent van Gogh dilelang 130.000 Euro”.

Akhir Hidup

Akhir hidup dari pelukis Vincent Van Gogh memang dikabarkan tragis. Ia dikabarkan bunuh diri pada 1890 silam dan kini pistol revolver rakitan itu dilelang dan terjual dengan angka lumayan keren yakni 130.000 euro alias sekitar dua milliar rupiah.


Seorang penawar anonim membawa pulang revolver Lefaucheux yang sudah berkarat dan lapisan gagang telah lenyap serta bengkok di sana-sini. Angka penjualan tersebut dua kali lipat lebih besar dari angka penawaran awal. Juru bicara Rumah Lelang Drouot di Paris berkisah bahwa pistol tersebut adalah simbol akhir hidup tragis Van Gogh.

Depresi

Sepanjang hidupnya, Van Gogh menderita psikosis dan depresi berat. Ia kerap melukis potret diri sendiri dan lukisan lainnya seperti 'The Starry Night' dan 'Sunflowers'. Dia juga pernah memotong telinga kiri dengan pisau cukur saat bertengkar dengan sesama pelukis, Paul Gauguin. Van Gogh meninggal di Auvers-sur-Oise dekat Paris pada Juli 1890, di usia 37 tahun atau dua hari setelah menembak dirinya sendiri di dada di ladang gandum tempat ia sebelumnya melukis. Meski ada pula yang meyakini Van Gogh sebenarnya bukan bunuh diri, tapi tertembak secara tak sengaja oleh dua remaja yang tinggal dekat penginapannya. Dua remaja tersebut sedang santai minum-minum bersama Van Gogh.

Etika

Apa yang dilakukan pelelang dan pembeli pistol yang membunuh sang mahapelukis Vincent Van Gogh sama sekali tidak melanggar hukum. Apalagi di masa kini di atas hukum sudah tidak ada apa yang disebut sebagai etika.

Dunia lelang sudah tidak peduli etika sebab mereka merasa berhak melelang apa pun tanpa batasan tata krama, sopan santun, atau kepantasan. Bahkan mereka berhak menentukan mana yang pantas dan mana yang tidak pantas demi bisa leluasa menunaikan profesi sebagai pelelang. Etika sudah menjadi semacam omong-kosong yang malah menghambat upaya memperoleh profit sebesar mungkin sesuai mashab pragmatisme dan kapitalisme sejati.

Lelang

Maka balai lelang siap melelang segala benda terkait kaum selibritas dengan nilai lelang luar biasa fantastis selama ada yang sudi membelinya. Industri lelang tidak berada di bawah pengaruh teori ekonomi tentang di mana ada kebutuhan di sana ada penawaran sebab mampu kreatif menciptakan kebutuhan yang semula tidak ada.

Bahkan pembeli pun bisa diciptakan. Mulai dari rambut, kuku, gigi asli, gigi palsu, sikat gigi, tusuk gigi, celana dalam sampai ingus, upil, tinja, air seni seorang tersohor yang diawetkan dengan teknologi pengawetan kontemporer mampu mengawetkan apa pun memang siap dilelang dengan harga seolah tak kenal batas ketinggiannya akibat memang bisa direkayasa alias “digoreng” seperti lazim dilakukan masyarakat industri lelang.

Penulis adalah Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya