Berita

Maruarar Sirait/Net

Politik

Maruarar Sirait Dukung Prabowo Kembali Maju Di Pilpres

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 08:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pemilihan presiden (Pilpres) 2019 diharapkan diikuti lebih dari satu pasang calon. Hal itu sangat penting untuk memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia.

"Saya sangat berharap Pilpres ini diikuti lebih satu calon. Agar Pilpresnya tahun ini berjalan lebih seru lagi," kata politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait saat menjadi narasumber pada Pemaparan dan Diskusi Hasil Survei Nasional bertajuk ‘Peta Persepsi Publik Jelang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019’ yang digelar oleh Cyrus Network di Menteng, Jakarta Pusat, pekan ini.

Selain Maruarar, hadir pula Politisi Partai Golkar Muhammad Misbakhun, Politisi Partai Keadilian Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dan CEO Cyrus Network Hasan Nasbi Batupahat.


Sejumlah lembaga survei menyatakan hingga saat ini yang memiliki elektabilitas tinggi hanya dua nama, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Maka itu, politisi yang karib disapa Bang Ara ini mendukung penuh agar Ketua Umum Partai Gerindra kembali berlaga pada Pilpres 2019.

"Saya mendukung Prabowo kembali maju. Jangan sampai Pilpres hanya diikuti satu pasang calon," tegasnya.

Meskipun dari sejumlah survei menyatakan elektabilitas Jokowi sangat tinggi dan susah untuk dikejar calon-calon lain, Ketua DPP Taruna Merah Putih (TMP) ini mengingatkan agar kubu pendukung Jokowi tidak lupa diri. Kekalahan dalam pertempuran ada pada diri sendiri, yakni karena merasa sudah diatas angin sehingga tidak waspada terhadap serangan-serangan dari luar.

Ara mengatakan setiap nama yang muncul dalam survei, seperti Prabowo merupakan lawan yang harus selalu diwaspadai. Karena dalam politik segala kemungkinan bisa saja terjadi. Maka itu, dia kembali mengingatkan agar terus bekerja keras untuk menyakinkan keparcayaan publik hingga hari pemilihan tiba.

"Kita tidak boleh memandang remeh siapapun. Realita politik memperlihatkan kosistensi suara Prabowo selama lima tahun yang menonjol. Padahal kita ketahui bersama dia tidak memiliki jabatan publik yang strategis, dia hanya sebagai Ketua Umum Gerindra. Tapi bisa mempertahankan tinggkat elektabilitasnya di atas 20 persen, ini merupakan capaian yang sangat luar biasa," jelasnya.

Sementara itu  CEO Cyrus Network Hasan Nasbi Batupahat mengatakan jika Pilpres 2019 kembali diikuti oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto maka pesta demokrasi ini akan terasa membosankan.

Maka itu dia berharap ada nama-nama baru yang muncul untuk melawan Jokowi. Jika ini terwujud maka Pilpres akan terasa lebih dinamis dan seru.

"Jika ada perubahan maka Pilpres 2019 ini akan terasa membosankan," katanya.

Perlu diketahui berdasarkan hasil survei nasional  yang digelar Cyrus Network menyatakan nama Jokowi dan Prabowo masih menempati urutan tertinggi. Di benak publik, top of mind Prabowo masih menjadi satu-satunya penantang terkuat Jokowi. Dalam simulasi dengan memunculkan banyak nama alternative calon presiden, tapi angka mereka tidak lebih dari 3 persen. Pada simulasi 22 nama, Jokowi mendapatkan dukungan 56% pemilih, dan Prabowo 22  persen pemilih. Di peringkat ketiga ada nama Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mendapat dukungan 3 persen pemilih.

Survei Nasional ini digelar sejak 27 Maret-3 April 2018. Survei ini dilakukan dengan mengambil responden sebanyak 1230 orang, berasal dari 123 desa/kelurahan di 34 provinsi di Indonesia. Survei ini dilakukan dengan tatap muka dengan tingkat keyakinan 95 persen dan margin of error sebesar 3  persen. [mel]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya