Berita

Pancasila/NEt

Politik

​Megawati Institue Mau Bumikan Ekonomi Pancasila

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 07:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ekonomi Pancasila adalah ekonomi berkeadilan. Apabila peran pasa terlalu kuat, maka ekonomi Pancasila akan berpihak untuk memperkuat peran negara. Demikian juga sebaliknya, jika peran negara terlalu kuat maka ekonomi Pancasila akan berpihak kepada pasar.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Dr Yudi Latif, saat menyampaikan kuliah umum tentang "Genealogi Pemikiran Ekonomi Pancasila" di Megawati Institute, Jakarta. Kuliah umum ini merupakan rangkaian kegiatan Program Sekolah Pemikiran Ekonomi Pancasila (SPEP) yang diselenggarakan Megawati Institute.

Dalam sejarah, kata Yudi, Indonesia tidak saja pernah dijajah oleh bangsa lain (state capitalism), tetapi juga pernah dijajah oleh private capitalism dalam bentuk multinational company. Yaitu VOC yang lahir pada tahun 1602.


Sementara itu, Direktur Eksekutif Megawati Institute, Arif Budimanta menjelaskan bahwa Sekolah Pemikiran Ekonomi Pancasila (SPEP) diluncurkan agar diskusi mengenai ekonomi Pancasila berlangsung lebih sistematis dan terstruktur. Untuk angkatan pertama telah dipilih 28 peserta yang telah melalui tahap seleksi dengan berbagai latar belakang ekonomi maupun bidang keilmuan lainnya.

"Dari program ini diharapkan peserta dapat secara aktif menggali dan membumikan nilai-nilai Pancasila di dalam kegiatan ekonomi nasional," ucap Arif, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 13/4)

Selain itu, kata Arif, Sekolah Pemikiran Ekonomi Pancasila bisa menjadi ladang ilmu bagi peserta yang belum memiliki pengetahuan ekonomi tapi memiliki ketertarikan mempelajari nilai-nilai Pancasila.

"Kita senjatai dengan pengetahuan ekonomi, sedangkan peserta yang sudah cukup menguasai teori ekonomi, kita harapkan dapat memasukkan ruh Pancasila di dalam kehidupan ekonomi bahkan ke dalam sistem ekonomi kita ke depan," ungkap Arif.

Kuliah Umum yang diselenggarakan ini menjadi rangkaian yang tidak terpisahkan dalam program Sekolah Pemikiran Ekonomi Pancasila sehingga peserta dapat memperoleh metode untuk dapat mempelajari dan memahami isi yang terkandung dalam Pancasila secara lebih baik. Kuliah umun ini terbuka untuk masyarakat luas.

"Agar konsep Ekonomi Pancasila ini benar-benar menjadi miliki seluruh bangsa Indonesia," demikian Arif.​ [mel]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya