Berita

Foto/Net

Politik

Meski Sama-sama Anak Bung Karno, Sukma Bukan Mega Atau Rachma

RABU, 04 APRIL 2018 | 10:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Semua anak Bung Karno belum tentu memiliki pandangan politik yang sama. Belum tentu juga para putera-puteri Bung Karno memiliki pandangan yang sama terhadap satu objek.

Meski sama-sama dididik oleh Bung Karno dengan pahama nasionalisme-agamis, namun seiring berjalan waktu, mereka bisa punya cara pandang yang beda baik dari sisi agama, maupun politik.

Di antara Megawati, Rachmawati dan Sukmawati misalnya. Sukmawati mendirikan PNI Soepeni di tahun 1998, dan seiring waktu berjalan, namanya diubah menjadi PNI Marhaenisme di tahun 2002.


Rachmawati kini tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, yang yang merupakan pengkritik setia pemerintahan Jokowi-JK. Sementara Megawati adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

"Mereka adalah keluarga. Tapi tindak tanduknya terpisah satu sama lain," kata pengamat politik Indonesian Political Review, Ujang Komarudin, beberapa saat lalu (Rabu, 4/3).

Hal terbaru yang kini menjadi heboh adalag kasus kontroversi Sukma dalam acara Indonesia Fashion Week 2018 saat acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya. Puisi yang dianggap banyak pihak melukai hati umat Islam karena mempertanyakan merdunya suara azan dan gaya berpakaian bercadar.

"Tentu saja, keluarga Sukarno pun tidak perlu juga diseret-seret. Sukma adalah Sukmawati. Meski punya nama belakang sama, tapi dia bukan Rachmawati atau Megawati," kata Ujang.

Menurut Ujang, hal wajar jika ketiga putri Bung Karno itu punya karakter yang berbeda-beda. Termasuk konsep pemikiran yang tak mungkin sama. Mereka, kata Ujang, punya cara pandang dan bahan rujukan yang pasti berbeda juga.

"Jika keturunan Soekarno memiliki pikiran yang berbeda dengan Bung Karno adalah wajar. Karena setiap orang dikarunia bakat dan karakter yang berbeda," demikian Ujang. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya