Refrizal/net
Refrizal/net
Posisi utang luar negeri Pemerintah Pusat Indonesia berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI per tanggal 31 Juli 2017 adalah sebesar Rp 3.779,98 triliun. Angka tersebut berasal dari Surat Berharga Negara sebesar Rp 3.045,00 triliun dan Pinjaman sebesar Rp 734,98 Triliun. Sedangkan, proyeksi posisi akhir tahun dengan menggunakan asumsi PDB APBN 2017, rasio utang pemerintah pusat terhadap PDB adalah sebesar 28,1 persen.
Dalam tiga tahun kepemimpinan Joko Widodo, utang Indonesia bertambah sebanyak kurang lebih Rp 1.000 triliun dengan angka debt to GDP rasio meningkat dari 25 persen menjadi 28,1 persen. Padahal, saat kampanye Pilpres 2014, presiden menyampaikan tidak akan menambah utang luar negeri baru, melainkan memaksimalkan APBN yang berasal dari penerimaan negara. Bahkan, hal ini tertulis dalam visi dan misi Jokowi-JK.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
Selasa, 01 September 2026 | 11:03
UPDATE
Selasa, 08 September 2026 | 18:19
Selasa, 08 September 2026 | 17:57
Selasa, 08 September 2026 | 17:41
Selasa, 08 September 2026 | 17:34
Selasa, 08 September 2026 | 17:23
Selasa, 08 September 2026 | 17:14
Selasa, 08 September 2026 | 16:47
Selasa, 08 September 2026 | 16:40
Selasa, 08 September 2026 | 16:34
Selasa, 08 September 2026 | 16:31