Berita

Foto: Istimewa

Politik

Gerakan Mahasiswa Era Jokowi Minim Kepedulian Terhadap Rakyat

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 04:17 WIB | LAPORAN:

Gerakan Mahasiswa di era Pemerintahan Jokowi ini disebut sudah minim dari kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi bangsa dan negara Indonesia.
 
Hal itu terungkap dalam diskusi yang digelar InDeEMO (Indonesia Democracy Monitor) bertajuk ‘Quo Vadis Gerakan Mahasiswa Indonesia’, di Sekretariat InDEMO, Jalan Lautze Nomor 62 C, Metro Pasar Baru, Jakarta Pusat.
 
Hariman Siregar, aktivis mahasiswa yang dikenal sebagai tokoh utama Malari 1974,  menyampaikan, mahasiswa Indonesia belum juga tergugah dengan kondisi negara yang sangat memprihatinkan sekarang ini.
 

 
"Karut-marut politik, korupsi semakin marak hingga kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu,” ujarnya.
 
Tampil juga menjadi pembicara pada diskusi ini Ketua Umum Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Indrayani Abdul Razak, yang didampingi Direktur Eksekutif Komunitas Politik Guntur 49, Isti Nugroho.
 
Ketua Umum Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Indrayani Abdul Razak, mengakui sensitivitas mahasiswa Indonesia terhadap karut-marut bangsa masih belum tergerak.
 
"Masih perlu konsolidasi yang lebih serius, karena harapan untuk terjadinya perubahan hanya bisa dilakukan mahasiswa dan pemuda,” ujarnya.
 
Menurut dia, selama mahasiswa dan pemuda belum menyadari kondisi negara yang dirasa oleh sebagian warga masyarakat sudah semakin gawat, maka negeri ini tidak pernah akan berubah.
 
"Kondisi negara kita sudah semakin gawat,  perlu perubahan,” ujarnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya