Berita

Ramush Haradinaj/BBC

Global

Eks Komandan Pemberontak Ungguli Pemilu Parlemen Kosovo

SENIN, 12 JUNI 2017 | 15:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan komandan pemberontak yang dicari oleh Serbia karena tuduhan kejahatan perang telah memenangkan pemilihan parlemen Kosovo akhir pekan kemarin.

Ramush Haradinaj, mantan perdana menteri, memimpin sebuah koalisi partai kanan tengah yang muncul dari konflik 1998-99 dengan Serbia.

Dengan 70 persen suara dihitung, komisi pemilihan mengatakan bahwa ia dan sekutunya telah memenangkan sekitar sepertiga suara.


Partai oposisi sayap kiri Vetevendosje memiliki sekitar 25 persen, katanya.

Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada tahun 2008. Hal ini diakui oleh AS dan sebagian besar negara Uni Eropa, namun tidak oleh Serbia atau sekutunya Rusia.

Kemenangan bagi Haradinaj, pemimpin Aliansi untuk Masa Depan Kosovo, akan mempersulit hubungan dengan Serbia, yang telah mengeluarkan surat perintah penahanan internasional terhadap dia karena tuduhan melakukan kejahatan perang.

Haradinaj menjabat sebagai komandan Tentara Pembebasan Kosovo (KLA) selama perang dengan Serbia pada tahun 1998 dan 1999.

Dia telah diadili dan dibebaskan dua kali di pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag, meskipun Serbia mengatakan bahwa mereka memiliki bukti lebih lanjut yang melibatkan pembunuhan warga sipil.

Dikabarkan BBC, Haradinaj secara konsisten membantah tuduhan tersebut, dan mengundurkan diri sebagai perdana menteri setelah hanya 100 hari di tahun 2005 untuk menghadapi dakwaan tersebut.

Dalam pemilu Kosovo, koalisi lainnya yang dipimpin oleh Perdana Menteri Isa Mustafa yang keluar dari Liga Demokratik Kosovo, mencapai 25,8 persen

Namun, Ismet Kryeziu, dari kelompok non-pemerintah Democracy in Action, memperingatkan tidak ada pihak yang harus merayakannya terlalu cepat. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya