Berita

Ilustrasi/BBC

Global

Filipina Larang Sementara Warganya Untuk Bekerja Di Qatar

RABU, 07 JUNI 2017 | 15:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Filipina untuk sementara waktu melarang warganya untuk bekerja ke Qatar.

Keputusan itu diambil setelah sejumlah negara Arab memutus hubungan diplomatik dengan Qatar awal pekan ini.

Saat ini, menurut data pemerintah Qatar, ada sekitar dua juta warga Filipina yang mengantongi dokumen dan izin kerja yang resmi di Timur Tengah, dengan ada sekitar 140 ribu yang bekerja di Qatar.


Rata-rata mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga, anak buah kapal, pekerja konstruksi dan perawat.

Langkah pemerintah Filipina untuk melarang sementara warganya bekerja di Qatar adalah karena adanya keprihatinan atas efek terhadap pekerja asing di Qatar pasca krisis dimplomatik yang terjadi.

Sekretaris Buruh Filipina Silvestre Bello mengatakan larangan tersebut akan dilakukan sampai menyelesaikan penilaian terhadap situasi tersebut.

"Ada begitu banyak rumor liar yang beredar, mengatakan hal-hal tidak berjalan dengan baik di sana," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC.

Pemerintah Filipina mengatakan salah satu kekhawatiran utamanya adalah kemungkinan risiko kekurangan pangan di Qatar, yang mengimpor sekitar 90 persen produknya.

Bank Sentral Filipina memperkirakan uang yang dikirim kembali oleh pekerja asingnya tahun lalu adalah $ 26,9 miliar dolar AS, atau sekitar 10 persen dari produk domestik bruto Filipina. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya