Berita

Global

10 Tentara Filipina Tewas Dalam Serangan Udara Di Marawi

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 14:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 10 tentara tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pemerintah Filipina di kota Marawi kemarin (Rabu, 31/5).

Menteri Pertahanan Filpina Delfin Lorenzana mengungkapkan penyesalannya.

"Kemarin kami mengalami tragedi yang melibatkan pasukan kami, sekelompok tentara, terkena serangan udara kami. Kami kehilangan orang, 10 terbunuh dan 8 terluka," kata Lorenzana seperti dimuat BBC.


Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan darurat militer di pulau Mindanao selatan, di mana Kota Marawi berada, pekan lalu.

Hal itu dipicu oleh upaya penangkapan seorang pemimpin militan tinggi oleh tentara Filipina.

Pasca pengumuman tersebut, Filipina melancarkan serangan untuk menangkap Isnilon Hapilon, seorang militan Filipina yang terdapat dalam daftar tersangka teror yang paling dicari di Amerika Serikat.

Pihak berwenang mengatakan puluhan pejuang berjuang untuk melindunginya, dan kemudian menyerang bagian-bagian kota dengan populasi 200.000 orang, serta mengambil sandera.

Militer Filipina sejak itu telah menggunakan angkatan bersenjata dan serangan udara helikopter untuk mengusir gerilyawan.

Sebagian besar warga sipil telah meninggalkan Marawi, sementara sekitar 2.000 orang masih terjebak.

Lorenzana menambahkan bahwa di antara militan yang telah terbunuh ada beberapa pejuang dari setidaknya lima negara lainnya termasuk Saudi, Yaman dan Chechen. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya