Berita

Ilustrasi/CNA

Dunia

ICAO Cari Masukan Publik Soal Pelacakan Drone

KAMIS, 11 MEI 2017 | 18:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada hari Rabu (10/5) meminta masyarakat untuk memberikan masukan mengenai sebuah proposal untuk melacak pesawat tak berawak secara real-time di seluruh dunia untuk menghindari tabrakan dengan jetliner.

Sistem elektronik akan mengidentifikasi semua pesawat tak berawak yang digunakan, posisi, lintasan dan ketinggian mereka, serta siapa pemilik dan lokasi orang-orang yang mengoperasikan mesin terbang dengan jarak jauh.

Informasi real-time yang diberikan oleh negara-negara anggota ICAO pada akhirnya akan digunakan untuk membuat database yang dapat dikonsultasikan oleh pihak berwenang di setiap negara.


Leslie Cary, kepala program pesawat tak berawak ICAO menjelaskan bahwa ini juga akan menjadi langkah pertama dalam menyelaraskan peraturan pesawat tak berawak di wilayah hukum karena industri berkembang pesat.

"Semua negara ini menghadapi masalah yang sama dan ingin menyetujui bidang permainan bersama, "kata Cary.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara telah menyatakan keprihatinannya tentang meningkatnya jumlah insiden yang melibatkan pesawat tak berawak yang terbang terlalu dekat dengan bandara dan menciptakan bahaya bagi lalu lintas udara komersial.

ICAO umumnya memperhatikan dirinya sendiri dengan penerbangan komersial, namun organisasi internasional yang berbasis di Montreal tersebut memutuskan untuk memperpanjang mandatnya untuk membatalkan permintaan dari negara anggota yang semakin khawatir tentang potensi bahaya yang ditimbulkan oleh pesawat tak beraturan.

Sebelum menetapkan jadwal untuk pembentukan sistem pemantauan global untuk pesawat tak berawak, otoritas penerbangan sipil ingin terlebih dahulu mengidentifikasi seluas mungkin kebutuhan dan hambatan dari 191 negara anggotanya.

"Kami tidak mengusulkan solusi, kami mengajukan pertanyaan," kata Cary.

Orang-orang dan perusahaan diminta untuk menyerahkan gagasan mereka ke ICAO pada pertengahan Juli dan "proposal terbaik" akan dievaluasi pada sebuah konferensi di Montreal pada bulan September. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya