Berita

Kekerasan di Venezuela/BBC

Dunia

Krisis Memburuk, Angka Kematian Ibu Dan Bayi Melonjak Di Venezuela

RABU, 10 MEI 2017 | 17:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Angka kematian bayi dan ibu di Venezuela meningkat tajam beberapa waktu terakhir.

Dalam data yang dirilis pertama kali sejak dua tahun terakhi, Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah wanita yang meninggal saat melahirkan meningkat sebesar 65 persen, sementara kematian anak meningkat 30 persen.

Dalam sebuah survei baru-baru ini, tiga perempat warga Venezuela mengatakan bahwa kesehatan mereka telah anjlok, dan mereka makan kurang dari dua kali sehari. Banyak laporan kehilangan rata-rata sekitar 9 kilogram.


Di sektor kesehatan, sejumlah besar dokter berimigrasi. Asosiasi farmasi terkemuka mengatakan sekitar 85 persen obat-obatan kekurangan pasokan.

Kritikus kebijakan kesehatan pemerintah Maduro yang juga dokter spesialis penyakit menular Dr Julio Castro mengaku miris dengan keadaan tersebut.

"Bagian yang mencolok adalah kekacauan di hampir semua kategori dengan peningkatan yang sangat signifikan pada kategori kesehatan bayi dan ibu," jelasnya.

Bukan hanya itu, dalam data yang sama juga disebutkan adanya lonjakan penyakit seperti malaria dan difteri.

Angka tersebut mencerminkan krisis ekonomi dalam negeri yang oposisi katakan bahwa pemerintah telah salah kelola.

Sementara itu Presiden Nicolas Maduro mengatakan bahwa krisis kesehatan disebabkan oleh obat-obatan yang ditimbun untuk mendorong kudeta terhadapnya.

Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia ini mengalami krisis terutama karena jatuhnya harga minyak beberapa tahun yang lalu menyebabkan resesi dan kekurangan mata uang asing yang dibutuhkan untuk mengimpor peralatan, makanan dan obat-obatan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya