Berita

Dolar AS/Reuters

Dunia

Dolar Meluncur Di Angka Terendah Sejak Trump Menang Pemilu

SENIN, 27 MARET 2017 | 19:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dolar meluncur di angka terendah sejak November tahun lalu terhadap sejumlah mata uang negara lain awal pekan ini.

Penurunan terjadi salah satunya adalah karena investor menimbang prospek belanja fiskal dorongan AS di bawah Presiden Donald Trump setelah kegagalannya mendorong RUU jaminan kesehatan pengganti Obamacare pekan lalu.

Membubarkan Obamacare dan menggantinya dengan jaminan kesehatan yang baru itu diketahui merupakan salah satu janji kampanye Trump.


Kegagalan Trump mendorong realisasi janjinya itu menjadi titik kemunduran Trump, mengingat RUU itu gagal di Kongres di mana partai Republik mendominasi.

Kegagalan RUU jaminan kesehatan itu memuncylkan keraguan soal apakah Trump akan bisa maju dengan rencana reformasi pajak yang diusungnya.

Reuters
mengabarkan bahwa awal pekan ini, dolar turun 0,5 persen terhadap sejumlah mata uang asing. Di awal perdagangan London, indeks dolar terendah sejak tiga hari setelah Trump resmi dinyatakan menang pemilu AS November lalu.

"Saya pikir pasar sedang mencoba untuk menentukan apakah ada terlalu banyak optimisme tentang reflation harga ke dolar AS," kata pakar strategi mata uang Rabobank Jane Foley.

Indeks dolar sempat naik ke angka tertinggi selama 14 tahun terakhir di dekat 104.00 pada awal Januari ketika harapan untuk stimulus inflasi tinggi di bawah presiden Trump, dengan investor bertaruh besar pada apa yang disebut perdagangan "Trumpflation".

Sementara itu awal pekan ini, terhadap yen Jepang, dolar jatuh lebih dari satu persen menjadi 110,12, angka terlemah sejak 18 November. [mel]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya