Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

Pembatasan Laptop Di Penerbangan Ke AS Tuai Kritik

SELASA, 21 MARET 2017 | 20:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Larangan pemerintah Amerika Serikat untuk membatasi laptop, tablet dan sejumlah barang elektronik besar dalam penerbangan dari sejumlah negara di Timur Tengah mengundang kritik dari para ahli teknologi.

Sejumlah ahli mengatakan aturan baru tampak bertentangan dengan ilmu pengetahuan komputer dasar.

Larangan, yang memungkinkan perangkat untuk disimpan di check in bagasi, mempengaruhi penerbangan dari sepuluh bandara di Yordania, Mesir, Turki, Arab Saudi, Maroko, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab.


"Ini aneh, karena tidak cocok dengan model ancaman konvensional," kata Nicholas Weaver, peneliti di International Computer Science Institute di University of California, Berkeley.

"Jika Anda menganggap penyerang tertarik dalam mengubah laptop menjadi bom, itu akan bekerja sama dengan baik di kargo," sambungnya.

Sementara jika ada kekhawatiran soal peretasan, ia mengingatkan bahwa ponsel juga merupakan komputer dan berpotensi diretas.[mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya